Risiko Geopolitik Global Naik, Perbanas Perketat 'Prudential Measures'

3 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Industri perbankan nasional mengambil langkah berupa penguatan kerangka manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian (prudential banking) sebagai respons atas peningkatan risiko global, yang antara lain disebabkan oleh eskalasi konflik Iran-Israel yang melibatkan Amerika Serikat dan berpotensi menekan stabilitas harga komoditas strategis, khususnya minyak mentah.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Perhimpunan Bank-Bank Nasional Indonesia (Perbanas) yang juga Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi.

Hery mengatakan, meskipun volatilitas eksternal meningkat, indikator fundamental perbankan domestik masih berada pada level yang solid. Penilaian itu tercermin dari pertumbuhan kredit yang tetap terjaga, likuiditas yang memadai, serta permodalan yang kuat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami melihat risiko global meningkat, terutama melalui transmisi kenaikan harga energi dan volatilitas pasar keuangan. Dalam konteks ini, perbankan akan semakin memperkuat prinsip kehati-hatian melalui penguatan manajemen risiko dan kualitas aset," ujar Hery.

Hery menjelaskan, Perbanas telah mencatat sejumlah langkah mitigasi yang akan terus diperkuat oleh industri perbankan di Tanah Air. Langkah tersebut di antaranya melalui stress test sektoral dan penguatan early warning system guna mengantisipasi potensi penurunan kualitas kredit.

Adapun stress test sektoral dilakukan pada sektor-sektor yang sensitif terhadap kenaikan biaya energi seperti transportasi, logistik, dan manufaktur.

Selain itu, lanjut Hery, perbankan juga meningkatkan disiplin penyaluran kredit melalui pendekatan risk-based pricing, menjaga kecukupan likuiditas melalui optimalisasi rasio liquidity coverage ratio (LCR) dan net stable funding ratio (NFSR), serta mengelola eksposur nilai tukar secara lebih konservatif melalui strategi lindung nilai dan pengendalian posisi devisa neto.

"Langkah-langkah ini penting untuk memastikan fungsi intermediasi tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek stabilitas, khususnya di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi," tuturnya.

Melalui beragam kebijakan itu, industri perbankan diharapkan tetap resilien dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi domestik di tengah tekanan eksternal yang berpotensi meningkat dalam jangka pendek hingga menengah.

(rea/rir)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |