Jakarta, CNN Indonesia --
Serangan rudal Iran menghantam Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi, dan melukai 10 tentara Amerika Serikat (AS) yang berada di lokasi.
Laporan menyebutkan dua tentara di antaranya menderita luka serius, sementara sejumlah pesawat pengisi bahan bakar milik AS turut mengalami kerusakan.
Mengutip laporan The Wall Street Journal, Jumat (27/3), serangan tersebut tidak hanya menggunakan rudal balistik, tetapi juga melibatkan kawanan pesawat tanpa awak (drone).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komando Pusat AS (CENTCOM) melaporkan bahwa lebih dari 300 tentara Amerika telah terluka selama empat minggu berkecamuknya perang dengan Iran.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, memprediksi perang dengan Iran ini masih akan berlanjut selama dua hingga empat minggu ke depan.
Ia menegaskan bahwa tantangan utama pasca-perang adalah mencegah Iran memberlakukan biaya cukai sepihak terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. "Langkah tersebut ilegal dan berbahaya bagi dunia," ucap Rubio berkilah, seperti dikutip Anadolu.
Situasi semakin memanas setelah Israel meluncurkan serangan besar-besaran terhadap situs nuklir dan fasilitas persenjataan Iran. Sebagai respons, Teheran melakukan langkah tak biasa dengan mengusir dua kapal kontainer milik China dari Selat Hormuz.
Dampak dari eskalasi ini mulai memukul sektor ekonomi, harga minyak melonjak hingga di atas US$100 per barel.
Bursa saham AS merosot setelah Presiden Donald Trump memutuskan untuk menghentikan sementara serangan terhadap sektor energi Iran.
Kelompok yang berafiliasi dengan Iran mengklaim telah meretas akun email pribadi Direktur FBI, Kash Patel.
Iran terus melakukan pembalasan atas serangan AS dan Israel di wilayahnya dengan meluncurkan gelombang drone dan rudal ke berbagai negara seperti Israel, Yordania, Irak, hingga negara-negara Teluk yang menampung aset militer Negeri Paman Sam.
Selain menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, konflik ini telah mengacaukan pasar global serta memutus jalur penerbangan internasional secara masif.
(wiw)
Add
as a preferred source on Google


















































