Rupiah Layu ke Rp16.810, Pasar Menanti Data Pertumbuhan Ekonomi RI

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di level Rp16.810 per dolar AS pada kami (5/2) pagi. Mata uang Garuda melemah 33 poin atau 0,20 persen dari perdagangan sebelumnya.

Mayoritas mata uang di kawasan Asia bergerak di zona merah. Yen Jepang melemah 0,12 persen, baht Thailand melemah 0,44 persen, yuan China menguat 0,05 persen, peso Filipina melemah 0,22 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,52 persen.

Dolar Singapura menguat 0,02 persen dan dolar Hong Kong melemah 0,02 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan, mata uang utama negara maju kompak berada di zona hijau. Tercatat euro Eropa menguat 0,04 persen, poundsterling Inggris menguat 0,10 persen, dan franc Swiss menguat 0,06 persen.

Senada, dolar Australia juga menguat 0,06 persen, dan dolar Kanada menguat 0,07 persen.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah melemah karena data PMI Manukfaktur (ISM) Amerika Serikat lebih kuat dari perkiraan.

"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat oleh data ISM jasa yang lebih kuat. Namun, pelemahan akan terbatas, investor wait and see menantikan data PDB kuartal 4 Indonesia siang ini," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Hari ini, Lukman memperkirakan rupiah bergerak di rentang Rp16.700 per dolar AS - Rp16.850 per dolar AS.

[Gambas:Video CNN]

(pta/pta)

Read Entire Article
| | | |