Jakarta, CNN Indonesia --
Nilai tukar rupiah bertengger di level Rp16.777 per dolar AS pada Rabu (4/2) sore. Mata uang Garuda melemah 23 poin atau 0,14 persen dari perdagangan sebelumnya.
Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp16.775 per dolar AS.
Mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Bath Thailand menguat 0,23 16 persen, ringgit Malaysia naik 0,06 persen, dan yuan China menanjak 0,02 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, dolar Hong Kong melemah 0,01 persen. Pelemahan juga terjadi pada dolar Singapura sebesar 0,02 persen, peso Filipina 0,1 persen, yen Jepang 0,46 persen, dan won Korea 0,48 persen.
Di negara maju, mata uang utama mayoritas berada di zona hijau. Tercatat, poundsterling Inggris menguat 0,21 persen, euro Eropa menguat 0,11 persen, hingga dolar Australia naik 0,22 persen.
Pengamat Mata Uang Ibrahim Assuaibi mengungkapkan pelemahan rupiah hari ini dipengaruhi oleh sentimen eksternal dan internal.
Dari sisi eksternal, pasar mencermati sikap Presiden AS Donald Trump terhadap konflik di Iran.
"Selain itu, data manufaktur AS telah memperkuat pandangan bahwa The Fed mampu bersabar sebelum melanjutkan pelonggaran kebijakan moneter," ujar Ibrahim dalam rilis resminya.
Di internal, Bank Dunia menilai Indonesia sulit keluar dari jebakan status negara berpendapatan menengah atau middle income-trap, jika tidak melakukan reformasi struktural yang lebih dalam pada iklim usaha dan investasinya.
"Persoalan tersebut sangat krusial karena Indonesia, seperti negara lain pada tingkat pendapatan yang sama, harus beralih ke mesin pertumbuhan baru. Model pertumbuhan yang membawa Indonesia ke posisi saat ini dinilai tidak lagi memadai untuk mendorong ekonomi menuju level pendapatan tinggi," ujarnya.
Lebih lanjut, Ibrahim memperkirakan rupiah masih tertekan pada perdagangan esok hari dan ditutup di rentang Rp16.770-Rp16.800 per dolar AS.
(sfr)
















































