Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Sampaikan Terima Kasih

4 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Masyarakat Kabupaten Bener Meriah, Aceh, menyampaikan apresiasi atas langkah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) pascabencana Sumatra memperkuat Jembatan Enang-Enang. Infrastruktur di Kampung Arul Cincin tersebut sebelumnya diperbaiki secara swadaya oleh warga setempat.

Tokoh masyarakat Enang-Enang, Syahrial, menilai respons cepat pemerintah memberikan kepastian bagi mobilitas harian warga. Menurutnya, komitmen nyata ini terlihat dari hasil pertemuan bersama pemerintah untuk menyelesaikan persoalan konektivitas di kawasan tersebut.

"Jembatan Enang-Enang ini sudah bersepakat kita bahwa PU dan pemerintah bekerja sama di sini demi kepentingan rakyat. Sekali lagi kami mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia yang sudah memperhatikan kami demi kepentingan rakyat," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (7/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masyarakat menyambut baik kesepakatan pemerintah untuk tetap mempertahankan fungsi jembatan lama tersebut. Langkah ini dinilai sebagai solusi sementara yang sangat membantu sembari menyiapkan penanganan permanen.

Pemerintah telah menyiapkan perencanaan matang untuk meningkatkan konektivitas transportasi di wilayah Bener Meriah. Program tersebut mencakup pelebaran jalan, pembangunan jembatan permanen, hingga rencana jembatan layang.

"Perencanaannya sungguh luar biasa, ada tiga hal yang akan dikerjakan. Jalan Werlah ke Simpang Lancang diperlebar menjadi enam meter, kemudian langsung diaspal, dibangun dua jembatan, kemudian satu jembatan layang. Alhamdulillah," ujar Syahrial.

Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, menjelaskan pemerintah menetapkan tiga langkah penanganan secara paralel. Kebijakan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan logistik masyarakat tanpa mengabaikan aspek keselamatan.

Fokus utama saat ini adalah melakukan perkuatan struktur agar jembatan tetap bisa dilintasi kendaraan roda dua dan roda empat. Namun, kendaraan roda enam atau truk belum diizinkan melintas demi keamanan struktur.

"Jembatan Enang-Enang ini tetap difungsikan, diperkuat semaksimal mungkin oleh Balai PU, tujuannya supaya paling tidak untuk roda dua dan roda empat kendaraan biasa. Tapi kalau untuk roda enam, truk apalagi, belum bisa," tutur dia.

Tito menambahkan, proyek pelebaran jalan alternatif Werlah dan dua jembatan baru disiapkan tahun ini dengan anggaran sekitar Rp100 miliar. Jalur tersebut disempurnakan agar akses transportasi warga tetap berjalan lancar.

Selanjutnya, pemerintah merencanakan pembangunan jembatan bentang panjang sekitar 300 meter pada 2027 dengan estimasi dana Rp700 miliar. Proyek jangka panjang ini ditargetkan selesai dalam tiga tahun dan diproyeksikan menjadi ikon baru Tanah Gayo.

"Saya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah bergotong royong. Jalan alternatif sudah dirapikan, akan disempurnakan lagi berikut jembatannya," pungkas Tito.

(rir)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |