Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melaporkan sejumlah ruas jalan longsor imbas gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8).
Dari pemantauan awal, ditemukan sejumlah longsoran tebing yang menutup badan jalan nasional. Longsoran ditemukan di ruas Malwatar-Bts Kota Ruteng, Ruteng-Km 210, Ruteng-Reo-Kedindi, Km 210-Bts Kabupaten Manggarai, Gako-Aigela-Bts Kota Ende, Danga-Maropokot, Kota Ende-Wolowaru, serta Wolowaru-Maumere.
Menteri PU Dody Hanggodo menginstruksikan jajaran balai di NTT untuk meningkatkan kesiapan personel dan peralatan, sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kesiapan personel, alat berat, serta koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk memastikan infrastruktur yang terdampak dapat segera dipulihkan," ujar Dody dalam keterangan resmi, Sabtu (15/8).
Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Direktorat Jenderal Bina Marga, telah melakukan pemantauan dan identifikasi kondisi infrastruktur secara bertahap.
Untuk menjaga konektivitas, Kementerian PU mengerahkan alat berat ke sejumlah titik terdampak. Dody juga mengatakan kementeriannya meningkatkan kesiapsiagaan jajaran balai di wilayah NTT untuk menangani dampak gempa.
Pada wilayah kerja PPK 3.3, satu unit loader telah bergerak menuju lokasi. Sementara di wilayah PPK 3.4, satu unit excavator dikerahkan untuk menangani material longsoran.
Selanjutnya, untuk wilayah PPK 4.1, dua unit loader telah menuju lokasi dan satu unit excavator disiagakan di Ende. Peralatan tersebut digunakan untuk mempercepat pembersihan material longsoran yang menutup atau mengganggu badan jalan.
Langkah itu dilakukan agar akses masyarakat serta mobilitas dalam penanganan bencana tetap terjaga.
"Saya menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh masyarakat terdampak gempa bumi di NTT. Semoga diberikan kekuatan dan keselamatan, serta proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan baik," kata Dody.
Dody juga menegaskan bahwa Kementerian PU akan terus mendukung upaya penanganan di lapangan sesuai kebutuhan
Kepala BPJN NTT Janto mengatakan tim di lapangan untuk sementara memprioritaskan pembersihan material longsoran dari badan jalan.
"Untuk sementara tim di lapangan masih memprioritaskan pembersihan material longsoran pada badan jalan," kata Janto.
Menurutnya, pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jembatan dan seluruh ruas jalan nasional belum dapat dilakukan karena petugas masih mempertimbangkan faktor keselamatan di tengah potensi gempa susulan.
Kementerian PU akan terus memantau kondisi infrastruktur dan memperbarui data kerusakan di lapangan. Penanganan dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil asesmen untuk memastikan jalan nasional di wilayah terdampak dapat kembali berfungsi dan mendukung proses pemulihan pascagempa.
Gempa bumi yang melanda NTT terjadi sekitar pukul 05.00 WITA di wilayah pantai utara Pulau Flores, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo-Mbay, NTT.
(lau/ins)


















































