Jakarta, CNN Indonesia --
Ganesha Operation (GO) berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang menggelar seminar pendidikan di Auditorium Graha Cendana Universitas Nusa Cendana (Undana) pada Senin (27/7).
Kegiatan dihadiri lebih dari 8.000 peserta, mulai dari siswa kelas 6 SD, 8-9 SMP, hingga 11-12 SMA/SMK bersama kepala sekolah, guru, dan orang tua siswa, juga pemerintah daerah dan lembaga pendidikan. Dalam seminar ini, peserta mendapatkan pembekalan mengenai strategi menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA), seleksi pendidikan, hingga persiapan masuk perguruan tinggi.
Direktur Utama Ganesha Operation, Bob Foster sebagai narasumber utama, menyatakan bahwa diperlukan persiapan yang konsisten dalam menghadapi berbagai bentuk asesmen dan seleksi pendidikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nilai TKA, saat ini, menjadi salah satu syarat pada jalur prestasi dalam SPMB, bahkan turut menjadi komponen pendukung dalam seleksi masuk perguruan tinggi melalui jalur SNBP. Karena itu, siswa perlu mempersiapkan diri dengan baik sejak sekarang," kata Bob.
Evaluasi yang dilakukan Ganesha Operation memperlihatkan, capaian nilai TKA siswa di berbagai jenjang pendidikan masih perlu ditingkatkan. Capaian ini menjadi cerminan rekam jejak GO yang telah meraih empat rekor MURI di bidang bimbingan belajar.
Menurut Bob, proses belajar perlu diikuti dengan latihan dan evaluasi agar siswa dapat memahami materi, serta terbiasa menghadapi tantangan akademik.
Untuk mendukung proses belajar siswa, Ganesha Operation menerapkan Formula 3B, yakni Belajar, Berlatih, dan Bertanding. Pendekatan ini menggabungkan pemahaman konsep, latihan soal, serta evaluasi untuk mengukur kesiapan siswa.
Dukungan Ganesha Operation kemudian dioptimalkan lewat aplikasi GO Expert, sehingga siswa dapat melanjutkan proses belajar di mana saja dan kapan saja. Pendekatan ini terbukti telah membantu banyak siswa Ganesha Operation meraih nilai sempurna di TKA, termasuk di semua mata pelajaran yang diujikan.
"Melalui Formula 3B, pendekatan ini telah membantu banyak siswa mendapatkan nilai 100 di TKA, bahkan nilai sempurna di semua mata pelajaran yang diujikan," kata Bob.
Seminar pendidikan Ganesha Operation terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama diikuti siswa SMA/SMK kelas 11 dan 12 dengan materi "Strategi Meraih Nilai TKA Tinggi dan Lulus PTN/PT Kedinasan Impian". Sementara, sesi kedua diikuti siswa kelas 6 SD serta kelas 8 dan 9 SMP dengan pembahasan "Strategi Meraih Nilai TKA Tinggi dan Lulus ke SMP-SMA/SMK Favorit".
Seminar dibuka secara daring oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Kepala Disdikbud NTT, Ambrosius Kodo, yang juga mengawali program kerja sama dengan GO, mencakup seminar pendidikan, Workshop Penguatan Guru Mata Pelajaran Wajib TKA Tahun Ajaran 2026/2027 antara Disdikbud NTT dengan Ganesha Operation yang akan digelar pada 29 Juli, serta TOBK TKA Nasional SMA/SMK/MA 2026 yang akan diselenggarakan pada Agustus 2026.
Dalam sambutannya, Emanuel menegaskan bahwa investasi pada kualitas sumber daya manusia sangat penting untuk menghadapi perubahan zaman.
"Di tengah perubahan yang semakin cepat, investasi terbesar yang dapat dilakukan bukan pada infrastruktur semata, tetapi pada kualitas manusia, pada kualitas SDM, yang akhirnya bisa menentukan kualitas ke depan," katanya.
Ia kemudian menyoroti posisi NTT dalam peta pendidikan nasional. Berdasarkan hasil TKA se-Indonesia, saat ini, NTT, berada di peringkat ke-36 dari 38 provinsi. Menurutnya, hasil tersebut merupakan tanggung jawab bersama.
"Budaya baca, disiplin siswa, dan perhatian terhadap akses pendidikan tentu menjadi kebutuhan kita bersama. Semua itu membutuhkan kerja sama semua pihak untuk bisa memperbaiki kondisi ini," ujar Emanuel.
Kepala Disdikbud NTT, Ambrosius Kodo menyampaikan harapannya agar NTT makin berdaya saing melalui persiapan peserta didik yang lebih baik.
"Kita mau lihat NTT ke depan yang lebih baik, NTT ke depan yang lebih berdaya saing melalui penyiapan peserta didik kita. Kita ingin supaya anak-anak NTT ke depan itu benar-benar siap untuk masuk generasi emas," ujarnya.
"Semoga dari kerja sama ini kita bisa membuka ruang dan peluang bagi anak-anak NTT untuk bisa menggapai hasil yang lebih baik. Hasil TKA ini semacam sertifikat bagi anak-anak kita nanti untuk bisa memilih perguruan tinggi negeri yang mereka idam-idamkan. Oleh karena itu, saya menyampaikan terima kasih banyak kepada Ganesha Operation yang mau melirik NTT," tambah Ambrosius.
Senada, Plt. Kepala Disdikbud Kota Kupang, Ernest S. Ludji turut menekankan pentingnya kesiapan strategi siswa.
"Kami berharap bekal dari seminar ini dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka dalam meraih prestasi," pungkas Ernest.
Seminar pendidikan Ganesha Operation ini pun menjadi wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam mempersiapkan generasi muda NTT untuk bersaing di tingkat nasional.
(rea/rir)
Add
as a preferred source on Google

















































