Setelah Runner Up SEA Games 2025, Berapa Emas di Asian Games 2026?

2 hours ago 5

Nova Arifianto | CNN Indonesia

Jumat, 02 Jan 2026 11:10 WIB

Apakah kepingan-kepingan emas SEA Games 2025 menjadi roman sukses Indonesia di Asian Games 2026? Atlet-atlet Indonesia meraih 91 emas dalam SEA Games 2025. (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)

Jakarta, CNN Indonesia --

Apakah kepingan-kepingan emas SEA Games 2025 menjadi roman sukses Indonesia di Asian Games 2026?

Kerja keras atlet-atlet Indonesia dalam upaya meraih peringkat teratas di ajang internasional bisa jadi merupakan kegiatan 'penambangan emas' yang mendapat dukungan khalayak ramai dibanding penambangan-penambangan lain yang belakangan mendapat sorotan negatif.

Aktivitas 'pengerukan' keping medali emas ini biasanya berujung lagu Indonesia Raya dan bendera merah putih yang dikerek ke tiang tertinggi. Heroik, seperti yang terjadi di SEA Games 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cerita dari Thailand pada pertengahan Desember lalu tak bisa menjadi pelipur lara sepenuhnya bagi Indonesia yang dilanda bencana, namun setidaknya ada cercah-cercah asa sekaligus memberi tanda kepada dunia akan eksistensi negara.

Dari medali perdana yang disumbangkan atlet balap sepeda Rendy Varera Sanjaya, kemudian emas pertama dari trio taekwondoin Muhammad Alfi Kusuma, Muhammad Hafizh Fachrur Rhozi, dan Muhammad Rizal, hingga medali terakhir dari tim sepak takraw putri, semua menghadirkan kebanggaan yang berjalan bersama harapan.

Hasil 91 emas, 112 perak, dan 130 perunggu membawa Indonesia ke peringkat kedua. Bukan juara, tapi tetap capaian yang wah.

Untuk kali pertama Indonesia kembali menempati posisi dua besar setelah menjadi juara SEA Games ada 2011.

Jika ditarik lebih jauh lagi, ini merupakan posisi kedua yang pertama bagi Indonesia ketika berstatus sebagai tamu alias bukan menjadi tuan rumah. Terakhir kali tim Merah Putih jadi runner up saat SEA Games berlangsung di luar negeri adalah pada 1995.

Ada pula peningkatan apabila dilihat dari keping emas atau kalungan medali yang diraup. Jumlah 91 emas merupakan peningkatan dibanding pada SEA Games sebelumnya dalam kisaran satu dekade terakhir, juga menjadi torehan kedua terbanyak saat tidak menjadi tuan rumah.

Sinyal-sinyal positif itu berasal dari sumbangan emas dari cabang olahraga yang telah lama jadi andalan seperti panahan, wushu, panjat tebing, pencak silat, badminton, dan dragon boat.

Yang menggembirakan adalah kontribusi atlet-atlet atletik, triathlon, menembak, sampai bela diri seperti judo, karate, dan taekwondo yang kompak turut jadi tulang punggung. Emas-emas kejutan juga dipersembahkan dari cabor futsal, hoki es, kabaddi, dan petanque.

Di sisi lain ada kabar kurang mengenakkan di cabor voli atau sepak bola.

'Yah namanya juga olahraga, ada kalah ada menang,' begitu seloroh nasib dalam arena sport. Lantas menjelang Asian Games 2026 apa yang bisa dilakukan agar Indonesia bisa merasakan buah manis kemenangan?

Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>


Read Entire Article
| | | |