CNN Indonesia
Kamis, 16 Jul 2026 00:00 WIB
Ilustrasi. Menurut studi terbaru, orang yang alami gigi berlubang pada masa kecilnya memiliki 45 persen risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung. Simak ulasannya. (iStockphoto/Halfpoint)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kesehatan gigi dan mulut pada masa kecil ternyata bukan sekadar mengecek gigi susu yang mulai goyah, tetapi juga bisa berdampak pada kesehatan tubuh di masa depan.
Studi terbaru menemukan, anak yang mengalami gigi berlubang berisiko lebih tinggi mengalami masalah jantung ketika dewasa. Temuan ini menegaskan kebersihan mulut memiliki hubungan erat dengan kesehatan organ vital lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitian yang dilakukan oleh Nikoline Nygaard et al. ini dipublikasikan dalam International Journal of Cardiology pada April 2026. Kesimpulan utamanya, dampak buruk dari masalah gigi sejak dini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung hingga 45 persen. Berikut ini ulasannya.
Kaitan kesehatan gigi dan mulut dengan penyakit jantung
Studi yang melibatkan sembilan peneliti dari Denmark dan Inggris ini, melibatkan hampir 569 individu. Para peneliti melakukan analisis data longitudinal dan memantau data para subjek hingga periode 23 tahun. Fokus utamanya, yaitu melihat hubungan antara kesehatan gigi pada masa kanak-kanak dan kemungkinan munculnya penyakit jantung saat dewasa.
Para peneliti menyoroti, selama ini hubungan antara kesehatan gigi orang dewasa dan penyakit kardiovaskular sudah cukup banyak diteliti. Namun, dampak jangka panjang dari kesehatan mulut pada masa kecil masih relatif jarang dibahas.
Dari analisis tersebut, mereka membandingkan kejadian penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke dengan angka gigi berlubang serta gingivitis pada masa kanak-kanak. Hasilnya menunjukkan, kasus gigi berlubang yang parah berkaitan erat dengan meningkatnya kemungkinan penyakit jantung pada laki-laki dan perempuan.
Tidak hanya itu, tingkat gingivitis atau radang gusi yang tinggi juga terbukti memprediksi naiknya risiko penyakit jantung. Makin serius masalah gigi yang dialami saat kecil, makin tinggi pula angka gangguan jantung yang ditemukan di kemudian hari.
Pada perempuan, kondisi gigi berlubang yang tergolong berat dikaitkan dengan kenaikan insiden penyakit kardiovaskular sebesar 45 persen. Adapun pada laki-laki, risikonya meningkat 32 persen.
Berdasarkan temuan tersebut, para peneliti menyimpulkan kesehatan mulut anak yang buruk, terutama bila gigi berlubang dan gingivitis terus berlangsung atau makin parah, memiliki hubungan jelas dengan meningkatnya risiko penyakit jantung dan stroke.
Adapun hubungan antara kesehatan mulut dan kesehatan jantung bersifat multifaktorial. Mengutip The Healthy, salah satu penjelasan yang sering muncul, yakni adanya bakteri yang masuk ke aliran darah, infeksi pembuluh darah, serta peradangan sistemik kronis.
Faktor lain juga bisa berperan, misalnya kebiasaan menjaga kebersihan diri yang umumnya mencerminkan gaya hidup sehat secara keseluruhan.
Cara menjaga kesehatan gigi dan mulut, belum terlambat!
Penelitian ini menjadi pengingat penting bagi orang tua untuk menanamkan kebiasaan merawat gigi sejak dini pada anak. Namun bagi orang dewasa, belum terlambat untuk mulai lebih serius menjaga kesehatan mulut demi menekan risiko penyakit jantung.
Mengutip dari laman Cleveland Clinic dan American Dental Association, berikut ini beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
- Sikat gigi setidaknya dua kali sehari.
- Bersihkan sela-sela gigi setiap hari menggunakan benang gigi.
- Sikat lidah secara teratur setelah sikat gigi.
- Gunakan obat kumur antibakteri setiap hari.
- Bagun pola makanan sehat yang membatasi minuman dan camilan manis.
- Hindari merokok dan produk tembakau lainnya.
- Kunjungi dokter gigi secara teratur untuk pencegahan dan pengobatan penyakit mulut.
Pada akhirnya, mencegah gigi berlubang bukan hanya untuk menjaga kesehatan mulut, tetapi juga berpotensi melindungi jantung dalam jangka panjang. Jadi, mulai perhatikan kesehatan gigi dan mulut Anda sedari sekarang.
(rti)
Add
as a preferred source on Google


















































