LAPORAN DARI PARIS
Fandi Stuerz | CNN Indonesia
Sabtu, 11 Jul 2026 18:10 WIB
Desainer India Manish Malhotra akhirnya melangkah ke panggung couture global di Paris. (REUTERS/Sarah Meyssonnier)
Jakarta, CNN Indonesia --
Di antara nama-nama besar yang telah puluhan tahun mendominasi kalender haute couture Paris, musim ini hadir satu debut yang terasa lebih personal daripada ambisius. Ia adalah Manish Malhotra.
Selama sekitar tiga dekade, rumah mode ini menjadi salah satu kekuatan terbesar dalam industri mode India. Akhirnya, Manis Malhotra melangkah ke kalender resmi Fédération de la Haute Couture et de la Mode (FHCM) sebagai guest member atau anggota tamu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi dunia mode India, ini bukan sekadar debut di Paris. Masuknya nama Manish Malhotra juga menjadi langkah legitimasi bagi industri mode India. Sebelumnya, nama Gaurav Gupta dan Rahul Mishra juga diundang oleh FHCM untuk menggelar show selama Paris Couture Week.
Selama bertahun-tahun, nama Manish Malhotra identik dengan kemewahan India kontemporer. Ia bukan hanya desainer couture, tetapi figur yang membentuk estetika Bollywood modern, mengubah busana pengantin India menjadi industri bernilai miliaran, sekaligus membangun kerajaan mode yang kini mencakup couture, menswear, perhiasan, aksesori, hingga lifestyle.
Dengan lebih dari 800 film dalam portofolionya dan pengaruh budaya yang melampaui dunia mode, ia datang ke Paris bukan sebagai pendatang baru, melainkan sebagai institusi yang akhirnya memasuki panggung global paling prestisius.
Namun, alih-alih memperkenalkan dirinya lewat demonstrasi kemegahan atau spektakel teknis, Manish memilih sesuatu yang jauh lebih sunyi. Koleksi debutnya, Maa, adalah sebuah elegi.
Inspirasi koleksi ini lahir dari rasa kehilangan yang masih sangat segar. Ibunya wafat hanya tiga bulan sebelum presentasi di Paris. Arah koleksi ini, yang sebenarnya dibuat jauh sebelum itu terjadi, akhirnya berubah.
Duka itu tidak diterjemahkan menjadi kesedihan yang eksplisit, melainkan menjadi refleksi mengenai bagaimana seorang ibu membentuk identitas seorang anak jauh sebelum dunia mengenalnya.
"Terinspirasi oleh ibu saya, yang saya panggil Maa, koleksi couture ini merupakan penghormatan yang sangat personal terhadap kekuatan cinta seorang ibu yang abadi dan mampu mengubah hidup," ungkap Manish kepada CNNIndonesia.com.
"Kepergiannya mengubah kenangan menjadi perenungan, dan perenungan itu menjadi sebuah karya", tambahnya.
Narasi tersebut kemudian dibagi menjadi empat babak: Cocoon, Bond, Becoming, dan Abundance. Struktur ini membuat koleksi terasa seperti autobiografi yang dijahit menjadi pakaian, mengikuti perjalanan seorang anak dari perlindungan menuju kedewasaan.
Koleksi 'Maa' dari Manish Malhotra di panggung Paris Couture Week. (REUTERS/Sarah Meyssonnier)
Babak pertama, Cocoon, menghadirkan siluet-siluet membulat dengan volume balon dan konstruksi arsitektural yang memeluk tubuh. Bentuk-bentuk tersebut dimaksudkan sebagai metafora rahim dan pelukan pertama seorang ibu.
Couture di sini tidak hanya menjadi objek estetis, tetapi juga ruang perlindungan. Hal ini tampak dari look pertama dengan cetakan resin yang menggambarkan kebersamaannya dengan sang ibu. Sebuah mantel tebal layaknya selimut hadir ibarat lembar kain pertama yang menyentuh tubuh bayi di pelukan ibu.
Babak berikutnya, Bond, mulai melunakkan struktur tersebut. Draperi mengalir, lapisan kain bertumpuk, dan siluet menjadi lebih bergerak. Hubungan ibu dan anak diterjemahkan bukan melalui simbol yang literal, melainkan melalui ritme antara kelembutan dan kekuatan. Ada kesan bahwa hubungan paling penting dalam hidup memang sering kali tidak terlihat, tetapi selalu terasa.
Manish sendiri menggambarkan hubungan itu dengan sederhana.
"Saya tidak pernah diberi tahu harus menjadi siapa. Saya hanya diberi kebebasan untuk menemukan diri saya sendiri, dengan keyakinan bahwa saya selalu cukup apa adanya," ujar Manish.
Kalimat itu menjadi fondasi emosional koleksi ini, sekaligus menjelaskan mengapa Maa tidak pernah terasa sentimental secara berlebihan.
Simak ulasan selengkapnya di halaman berikutnya..
Add
as a preferred source on Google
Surat Cinta untuk Ibu, Manish Malhotra Bawa India ke Panggung Couture BACA HALAMAN BERIKUTNYA


















































