TPA Waringinkurung Serang Kebakaran Sejak Jumat, Api Mulai Padam

2 hours ago 9

Jakarta, CNN Indonesia --

Polda Banten menyebut kebakaran yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Waringinkurung, Kabupaten Serang, Banten sejak Jumat (28/8) mulai padam pada Minggu (30/8) hari ini.

"Saat ini titik api sudah mulai padam," kata Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Hutapea saat dikonfirmasi, Minggu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disampaikan Maruli, pada pagi ini petugas pemadam kebakaran (damkar) akan kembali menyiram sejumlah yang masih mengeluarkan asap.

"Pagi ini eksavator akan mendorong tumpukan sampah dan Damkar akan menyiram titik-titik yang masih muncul asap," ucap dia.

Maruli menyebut berdasarkan pendataan, total luas area yang terbakar sekitar 2.500 meter. Kata dia, pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.

"Penyebabnya masih kita selidiki, untuk luas area sampah yang terbakar kurang lebih 2500 meter," ujarnya.

Sebelumnya, TPSA di Desa Waringinkurung, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Banten, terbakar pada Jumat (28/8) malam.

Api mulai muncul sekitar pukul 18.00 WIB, yang pertama kali diketahui oleh warga saat pulang usai mengambil rumput untuk pakan ternak. Warga kemudian melaporkan kebakaran ke Polsek Waringinkurung agar bisa dipadamkan.

"Anggota Polsek Waringinkurung mengkonfirmasi ke warga setempat, penyebab kejadian tidak di ketahui. Anggota ke TKP kebakaran lahan tersebut, untuk sementara api sedang coba di padamkan," ujar Kapolsek Waringinkurung, Iptu Hari Purwanto, Sabtu, (29/8).

Disampaikan Hari, lokasinya yang jauh dari perkampungan warga, menyebabkan masyarakat ataupun personel Polsek Waringinkurung tidak mengetahui secara pasti penyebab terbakarnya TPSA tersebut.

Namun, TPSA Waringinkurung merupakan bekas pembuatan batu bata merah, yang kemudian dijadikan lokasi pembuangan sampah oleh masyarakat sekitar.

"Untuk lokasi dulunya adalah bekas galian lbata yang digunakan untuk tempat pembuangan sampah," ucap Hari.

(dis/bac)

placeholder

Read Entire Article
| | | |