Unilever Raup Rp8,5 T usai Jual Bisnis Es Krim dan Teh Sariwangi

3 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

PT Unilever Indonesia Tbk mengungkapkan telah mengantongi dana sebesar Rp8,5 triliun dari pelepasan dua unit usahanya, yakni bisnis es krim dan teh Sariwangi.

Presiden Direktur Unilever Indonesia Benjie Yap mengatakan hasil tersebut berasal dari transaksi divestasi yang rampung pada 2025 dan menjadi bagian dari strategi penataan portofolio bisnis perusahaan.

"Total hasil penjualan, di luar PPN (pajak pertambahan nilai), mencapai Rp8,5 triliun, yakni Rp7 triliun dari bisnis es krim dan Rp1,5 triliun dari Sariwangi," ujarnya dalam konferensi pers secara daring, Kamis (12/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, dari transaksi tersebut perusahaan memperkirakan keuntungan bersih sekitar Rp4,6 triliun, terdiri dari Rp3,8 triliun dari divestasi es krim dan sekitar Rp800 miliar dari Sariwangi.

Benjie menyebut kontribusi unit usaha yang telah dilepas itu sebelumnya cukup signifikan terhadap kinerja penjualan.

Operasi yang kini dikategorikan sebagai bisnis yang dihentikan tersebut tercatat menyumbang sekitar 12,2 persen terhadap total penjualan berdasarkan laporan keuangan penuh 2025.

Setelah dipisahkan, margin kotor meningkat 21 basis poin dan margin laba sebelum pajak naik 63 basis poin, yang mencerminkan profil margin inti perusahaan menjadi lebih kuat.

Selain dampak divestasi, kinerja operasional perusahaan juga menunjukkan tren pemulihan. Penjualan domestik dari operasi berkelanjutan tercatat Rp7,7 triliun pada kuartal IV-2025 atau tumbuh 17,2 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Sepanjang tahun, penjualan domestik mencapai Rp31 triliun atau meningkat sekitar 4 persen dibanding 2024.

"Pemulihan laba sepanjang 2025 berlangsung kuat dan konsisten, mencerminkan perbaikan kinerja bisnis inti kami," kata Benjie.

Dari sisi laba, perusahaan membukukan laba bersih kuartal IV-2025 sebesar Rp538 miliar yang terdampak biaya transformasi senilai Rp460 miliar. Tanpa biaya tersebut, laba bersih kuartalan diperkirakan mencapai Rp1 triliun.

Untuk sepanjang 2025, laba bersih tercatat Rp3,53 triliun atau tumbuh 21,8 persen secara tahunan.

Perusahaan menilai pelepasan bisnis non-inti tersebut memberi dampak finansial sekaligus strategis. Ia menambahkan meski pemisahan unit usaha mengurangi skala bisnis dalam jangka pendek, langkah itu justru memperjelas fokus strategi dan memperkuat kinerja operasi utama.

"Divestasi ini memberikan nilai tambah secara finansial dan strategis karena memperbaiki struktur margin, menghasilkan kas yang besar, serta menempatkan kami pada posisi yang lebih kuat untuk pertumbuhan berkelanjutan," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

(del/sfr)

Read Entire Article
| | | |