Jakarta, CNN Indonesia --
Polisi buka suara soal viral sejumlah pegawai jasa yang diduga menjadi korban penyekapan di Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Dalam video yang beredar, dinarasikan ada lima orang pegawai jasa ekspedisi disebut disekap buntut tuduhan penggelapan barang. Masih dalam narasi video itu, disebutkan penyekapan bermula saat lima pegawai yang bertugas memuat barang itu dijebak oleh seorang sopir.
"Jadi sama orang berlima ini nurut lah, orang disuruh masa enggak mau. Jadi dipindahin, enggak tahunya itu barang digelapkan sama sopirnya sudah berkali-kaki senilai Rp300 juta. Nah akhirnya ketahuan sama perusahaan orang berlima ini suruh ikut bayar Rp30 juta satu orang, jadi kalo enggak bayar katanya dipenjara," kata perekam video.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok AKP Handam Samudro membenarkan peristiwa tersebut berawal dari dugaan penggelapan barang milik konsumen oleh oknum sopir yang bekerja sama dengan karyawan gudang.
"Kronologis awalnya ini terkait dengan dugaan penggelapan barang konsumen oleh oknum sopir yang diduga bekerja sama dengan karyawan gudang J&T tersebut. Dikarenakan pihak J&T mengganti kerugian kepada konsumen, maka pihak J&T meminta pertanggungjawaban kepada karyawan-karyawan nya ini," tutur Handam, kepada wartawan, Senin (9/2).
Selanjutnya, dari salah satu keluarga korban menghubungi kantor hukum dan kemudian melakukan laporan melalui call center Polri 110.
Mendapat laporan itu, anggota langsung menuju ke lokasi. Di lokasi, anggota mendapati para pegawai ini berada di ruang kerja bersama pihak manajemen dan security.
"Mereka berada di ruang kerja bersama pihak manajemen dan sekuriti. Posisi ruangan juga tidak terkunci," ucap Handam.
Disampaikan Handam, telah dilakukan komunikasi antara pihak perusahaan dengan karyawan. Hasilnya, kedua belah pihak sepakat menempuh jalur kekeluargaan.
"Komunikasi antara pihak J&T dengan karyawan dan mereka sepakat menempuh jalur kekeluargaan dan para pihak tidak membuat laporan polisi secara resmi," ucap dia.
Kendati demikian, Handam menyebut pihaknya akan tetap melakukan penyelidikan terkait dugaan penggelapan barang dan dugaan penyekapan.
"Kami akan tetap melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut baik terkait dengan dugaan penggelapan maupun berita berkembang terkait penyekapan," pungkasnya.
(dis/dal)















































