Viral Pemilik Toyota Innova Ngamuk, Mobil Rusak Usai Diisi Bioetanol

2 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang pemilik Toyota Innova Hycross hybrid asal Bihar, India, Manish Kashyap, meluapkan kemarahan karena mobilnya bermasalah usai mengisi bensin campuran bioetanol 20 persen (E20). Kashyap yang mengunggah masalah ini dalam sebuah video menuding E20 sebagai penyebab kerusakan.

Innova Hycross, model yang di Indonesia dipasarkan sebagai Toyota Innova Zenix, miliknya baru menempuh sekitar 12.000 kilometer saat mulai bermasalah.

Kashyap, figur publik dengan banyak pengikut di media sosial, menyebut telah mengeluarkan 40 lakh rupee atau sekitar Rp753,52 juta (kurs Rp188,38) untuk mobil tersebut, dan merekam dua video saat kendaraannya diperiksa di bengkel resmi Toyota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam video, Kashyap mengatakan mobilnya mengalami getaran mesin, knocking, hingga gejala mogok. Ia menyebut sampel bahan bakar dari kendaraannya menunjukkan kadar etanol abnormal dan kontaminasi, dengan bensin dan etanol tampak terpisah di dalam botol.

Kashyap bahkan menyebut kadar etanol dalam bahan bakarnya mencapai 40 persen, jauh di atas 20 persen, dan menyatakan ada kotoran di dalamnya, dikutip Cartoq, Jumat (3/7). Meski begitu dijelaskan klaim kadar 40 persen tersebut belum terverifikasi secara independen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Teknisi kepala bengkel dalam video, menurut Cartoq, menyebut pemilik tak mungkin menambahkan etanol sendiri sehingga satu-satunya sumber etanol adalah dari pengisian di SPBU. Teknisi itu juga disebut menyatakan keluhan serupa muncul pada model mobil bensin Toyota lain seperti Urban Cruiser Hyryder, Taisor, dan Glanza.

Cartoq menilai teori Kashyap, bahwa etanol terus mengendap di tangki hingga kadarnya menumpuk dari 20 menjadi 40 persen, secara teknis tidak tepat. Pada mobil modern, pompa bahan bakar bertekanan rendah berada di dasar tangki dan terendam sehingga mengisap bensin dan etanol bersamaan; bahan bakar pun terus teraduk saat berkendara sehingga etanol semestinya tak menumpuk.

Meski begitu, fenomena phase separation dikatakan bisa terjadi. Etanol bersifat higroskopis alias menyerap air, jadi bila air masuk ke bahan bakar atau kendaraan lama tak dipakai, etanol dan air bisa terpisah dan mengendap di dasar tangki, lalu terisap pompa lebih dulu dan memicu performa turun serta masalah sistem bahan bakar.

Kontaminasi air dinilai lebih mungkin menjadi penyebab ketimbang pasokan E20 dengan kadar etanol yang jauh lebih tinggi.

Kashyap frustrasi karena menganggap kerusakan bukan kesalahannya. Ia menyebut komponen pajak dari harga mobilnya mencapai 18 lakh rupee atau sekitar Rp339,08 juta, dan ia membayar 5 lakh rupee atau sekitar Rp94,19 juta lebih mahal demi memilih versi hybrid yang dianggapnya ramah lingkungan, ditambah garansi diperpanjang hingga 2.000 kilometer.

Ia menyalahkan Menteri Transportasi Jalan dan Jalan Raya India Nitin Gadkari atas peralihan ke E20, menuntut konsumen tetap diberi opsi bensin reguler, dan menyatakan siap menempuh jalur hukum.

Persoalan lain yang ia soroti adalah cakupan garansi, perwakilan bengkel dalam video, menurut Rushlane, mengindikasikan cakupan garansi tak bisa melindungi bila masalah dikategorikan sebagai kontaminasi bahan bakar.

"Saya sudah mengeluarkan banyak uang untuk mobil ini dan membayar pajak, hanya untuk mendapati mobil saya tidak bisa jalan setelah dua bulan," kata Kashyap, dikutip Rushlane, Jumat (3/7).

Bantahan Toyota

Toyota membantah E20 sebagai penyebab dan menyatakan Innova Hycross hybrid kompatibel dengan E20.

"Kami ingin menegaskan bahwa Toyota Hycross yang dimaksud adalah kendaraan kompatibel E20 yang dirancang, diuji, dan disertifikasi untuk penggunaan bahan bakar E20," demikian pernyataan resmi Toyota, dikutip Rushlane, Sabtu (4/7).

"Berdasarkan asesmen teknis mendetail atas kendaraan tersebut, masalah ini disebabkan oleh kontaminasi bahan bakar. Inspeksi kami memastikan tidak ada kerusakan pada komponen kendaraan mana pun atau sistem bahan bakarnya," lanjut pernyataan itu.

Toyota menyebut tangki dan saluran bahan bakar telah dikuras, dibersihkan menyeluruh, lalu diisi ulang dengan bahan bakar E20 standar sebelum kendaraan dinyatakan normal dan diserahkan kembali ke pelanggan.

"Jelas terlihat bahwa insiden ini tidak berkaitan dengan penggunaan bahan bakar E20 dan semata-mata disebabkan oleh bahan bakar tak standar dan terkontaminasi," tutur Toyota.

Perusahaan mengimbau konsumen mengisi bahan bakar di SPBU resmi dan terpercaya untuk meminimalkan risiko kontaminasi atau pengoplosan yang dapat berdampak buruk pada performa kendaraan.

[Gambas:Youtube]

(fea)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |