CNN Indonesia
Jumat, 20 Mar 2026 15:15 WIB
Jakarta, CNN Indonesia --
Setelah sukses besar menggarap film Jumbo, Ryan Adriandhy kali ini kembali dengan karya terbarunya lewat Na Willa. Film ini tayang mulai 18 Maret di bioskop Indonesia.
Na Willa merupakan adaptasi dari novel populer karya Reda Gaudiamo bertajuk Na Willa: Serial Catatan Kemarin (2012) yang mengisahkan kehidupan sehari-hari seorang gadis kecil di Surabaya pada dekade '60-an.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut 5 hal yang mesti diketahui sebelum tonton Na Willa.
1. POV anak usia 6 tahun kala 1960-an
Cerita berpusat pada kehidupan seorang gadis kecil bernama Na Willa yang tinggal di sebuah gang di Surabaya pada era 1960-an. Latar ini disulap menjadi taman penuh keajaiban dari kacamata anak-anak.
Penonton akan dimanjakan dengan visual Gang Krembangan yang ikonis, seperti deretan rumah tua berasitektur lawas, jalanan sempit tempat anak-anak bebas bermain, hingga kemunculan transportasi jadul seperti becak dan sepeda tua.
Film ini secara konsisten menggunakan sudut pandang anak berusia enam tahun yang melihat dunia dengan kejujuran serta imajinasi tanpa batas.
Sebagai sosok yang aktif bertanya, Na Willa mencoba membedah aturan dunia orang dewasa yang sering kali terasa membingungkan bagi logika polosnya. Segala peristiwa, mulai dari momen jenaka hingga yang menyentuh hati, disampaikan secara jujur tanpa filter.
Cerita berpusat pada kehidupan seorang gadis kecil bernama Na Willa yang tinggal di sebuah gang di Surabaya pada era 1960-an. (Visinema Studios)
2. Ajakan nostalgia
Sutradara Ryan Adriandhy menyatakan Na Willa bukan hanya film anak-anak, melainkan tontonan lintas generasi. Ia berharap penonton bisa bernostalgia dan membawa pulang semangat masa kecil dalam keseharian setelah menonton.
"Aku berharap Na Willa ini teman-teman yang sudah dewasa, nonton dan ingat lagi rasanya jadi anak-anak dan semoga spirit jadi anak-anaknya itu ke bawa kembali ke keseharian teman-teman, ke teman-teman yang sedang menjalani hidup dewasa lagi," kata Ryan di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (10/3).
"Ini film yang sangat aman dan harapannya begitu keluar bioskop kita kembali bahagia lagi, dan ingat gitu bahwa kita dulu punya sebuah lensa, lensa yang begitu jernih, yang begitu jujur, yaitu lensa ketika kita anak-anak."
Lanjut ke sebelah...
as a preferred source on Google


















































