76 Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Dipulangkan, 24 Masih Dirawat

3 hours ago 12

Jakarta, CNN Indonesia --

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyampaikan saat ini 76 korban kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur telah kembali ke rumah per Sabtu (2/5) pukul 07.00 WIB. Sementara itu, 24 korban lainnya masih dirawat di rumah sakit.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan perhatian utama saat ini adalah memastikan setiap pelanggan dapat melalui masa pemulihan dengan pendampingan yang cukup.

"Kami memahami bahwa proses pemulihan membutuhkan waktu. Karena itu, kami terus mendampingi pelanggan dan keluarga, memastikan kebutuhan selama perawatan dapat terpenuhi, serta menghadirkan layanan trauma healing agar proses pemulihan dapat berjalan lebih tenang," kata Anne dalam keterangannya, Sabtu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

KAI juga masih membuka Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur hingga 11 Mei 2026 sebagai ruang pendampingan bagi pelanggan dan keluarga. Melalui posko ini, layanan kesehatan lanjutan, koordinasi administrasi, hingga trauma healing dilakukan secara bertahap agar setiap proses dapat dilalui dengan lebih terarah.

Selain itu, layanan pengembalian barang pelanggan juga masih berlangsung. Hingga 2 Mei 2026 pukul 06.00 WIB, tercatat sebanyak 115 barang telah ditemukan, dengan 57 barang telah diserahkan kepada pemilik, sedangkan 58 lainnya masih dalam proses verifikasi.

"KAI mengimbau pelanggan yang merasa kehilangan barang untuk dapat mengambilnya melalui Posko Bekasi Timur," ucap Anne.

[Gambas:Youtube]

Di sisi lain, seiring berjalannya waktu, layanan di Stasiun Bekasi Timur telah kembali melayani masyarakat. Sejak operasional kembali berjalan pada 28 April 2026, tercatat volume pengguna KRL mencapai 15.774 pengguna untuk Gate In dan 20.575 pengguna untuk Gate Out.

Dalam proses pendampingan, KAI juga memberikan perhatian pada keberlanjutan kehidupan keluarga yang ditinggalkan. Dukungan ini berupa jaminan pendidikan diberikan kepada anak dari pelanggan yang meninggal dunia, agar harapan tetap terjaga dan masa depan dapat terus dilanjutkan.

Lebih lanjut, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan seluruh upaya yang dilakukan saat ini berfokus pada pemulihan dan keselamatan ke depan.

"Kami tak hentinya menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan dan keluarga atas kejadian di Stasiun Bekasi Timur. Kami akan terus mendampingi setiap keluarga dan pelanggan dalam proses pemulihan ini. Doa dan kepedulian yang hadir menjadi penguat bagi kami untuk terus menjaga keselamatan ke depan," pungkas Bobby.

Kecelakaan maut yang melibatkan Kereta api listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4). Sebanyak 16 orang meninggal dunia akibat peristiwa itu dan puluhan lainnya luka-luka.

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Perhubungan, insiden bermula ketika rangkaian KRL relasi Bekasi-Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85. Mobil itu adalah taksi listrik online Green SM.

Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.

Dampak peristiwa itu, petugas lalu memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.

Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya sehingga terlibat insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti.

(dis/ins)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |