Surabaya, CNN Indonesia --
Sebanyak 8 juta warga Muhammadiyah di Jawa Timur mulai melaksanakan salat tarawih perdana malam ini, menyusul penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah yang telah ditentukan Rabu (18/2) besok.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim Sukadiono mengatakan, pihaknya mengikuti maklumat dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang sudah menetapkan 1 Ramadan 1447 H.
"Jadi dengan maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk 1 Ramadan kita akan datang tanggal 18 Februari 2026, jadi Rabu besok," kata Sukadiono kepada CNNIndonesia.com, Selasa (17/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum pelaksanaan Salat Tarawih perdana, kata Sukadiono, pihaknya sudah mengumumkan jauh-jauh hari kepada seluruh warga agar menyiapkan sarana-prasarana untuk tempat salat.
Sukadiono menyebut Jumlah masjid dan musala Muhammadiyah se-Jatim sendiri tercatat sebanyak 5.400. Dan seluruhnya akan melaksana ibadah salat tarawih perdana malam ini.
"Karena sudah jauh-jauh hari diumumkan mulai Bulan November maka seluruh masjid-masjid Muhammadiyah melalui lembaga pengembangan cabang, ranting, dan pembinaan masjid itu sudah kami lakukan koordinasi ya melalui pimpinan daerah Muhammadiyah, pimpinan cabang untuk melakukan persiapan-persiapan untuk salat tarawih yang dilaksanakan pada malam hari ini," katanya.
Karena melaksanakan tarawih dan ibadah Ramadan lebih dulu, Sukadiono mengimbau agar warga Muhammadiyah menghormati dan menghargai bila ada perbedaan pelaksanaan Ramadan dengan Kementerian Agama ataupun organisasi Islam lain.
Perbedaan awal Ramadan, menurutnya adalah hal yang biasa dan juga terjadi tahun-tahun sebelumnya. Ia pun bersyukur warga Muhammadiyah dan juga jemaah organisasi Islam lain sudah dewasa serta saling menghargai.
"Tentu kami sangat berharap warga Muhammadiyah bisa menjaga kesantunan, bisa menjaga ketertiban dalam melakukan ibadah surat tarawih tanpa harus misalnya show of force," ucapnya.
"Jadi tetap mungkin ya volume sound system atau speaker itu juga harus dibatasi jangan sampai kemudian kita menyinggung, kelompok yang lain," katanya.
(frd/isn)


















































