Amran: Stok Pangan Harus Keluar, Kalau Naikkan Harga Izin Dicabut

3 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Pangan Nasional (Kabapanas) merangkap Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta stok pangan dikeluarkan untuk menjaga stabilitas harga selama periode Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah.

"Kami sudah minta, semua harus mengeluarkan stoknya. Jangan sampai harga naik. Kalau ada yang menaikkan, aku cabut izinnya," ujar Amran dalam keterangan resmi, Sabtu (22/3).

Menurut Amran, fluktuasi harga pangan selama Ramadan hingga Lebaran tetap terjaga sehingga dapat menjaga daya beli masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sesuai arahan Bapak Presiden sejak sebelum Ramadan harga pangan tidak boleh naik berlebihan. Ini yang kami jaga," ujar Amran.

Saat ini, terdapat sembilan komoditas pangan strategis yang telah mencapai swasembada meliputi beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.

Tak hanya itu, pemerintah secara kolaboratif turut mengimplementasikan berbagai program intervensi pangan selama puasa hingga hari raya.

Program itu mulai dari distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Gerakan Pangan Murah (GPM) di seluruh Indonesia, termasuk penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng kepada 32,3 juta keluarga penerima manfaat.

Bapanas mencatat realisasi penjualan beras SPHP sampai 19 Maret telah mencapai 42,3 ribu ton. Adapun total target SPHP beras untuk 2026 ini adalah sebanyak 828 ribu ton.

Sebelumnya, Bapanas telah mengajukan anggaran beras SPHP 1,5 juta ton. Namun, setelah melalui berbagai pertimbangan yang salah satunya melihat realisasi SPHP beras sampai akhir tahun sebelumnya, ditetapkan anggaran sebesar Rp4,97 triliun yang setara dengan biaya subsidi harga sejumlah 828 ribu ton.

Sementara untuk realisasi GPM secara nasional selama Maret ini total mencapai 789 kali pada berbagai lokasi di 24 provinsi dan 153 kabupaten/kota.

Tidak hanya GPM yang menyediakan pangan secara umum, pemerintah pun menggelar pula GPM khusus yang menyediakan daging ayam beku berkualitas premium dengan harga sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP).
GPM khusus daging ayam beku ini tersedia di lebih dari 1.200 outlet yang tersebar di 17 provinsi dan akan berlangsung hingga sehari sebelum Idul Fitri.

Program tersebut merupakan kolaborasi antara Bapanas dengan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, PT Japfa Comfeed Indonesia, dan PT Malindo Feedmill Tbk.

GPM khusus lainnya dilakukan bersama PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan PT Berdikari untuk daging sapi dan kerbau dengan harga yang lebih terjangkau.

Beragam langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta jajarannya telah berupaya sekuat tenaga untuk menjaga dan mengendalikan harga pangan selama Ramadan 2026.

"Dengan (adanya) perang (Timur Tengah), (kemungkinan) harga pangan bisa naik. Tapi saya mau tanya, ini bulan Ramadan harga pangan (di dalam negeri) terkendali atau tidak? I think we are doing a good job," jawab Presiden saat menanggapi Najwa Shihab dalam tayangan video 'Presiden Prabowo Menjawab !!!' yang diunggah pada Kamis (19/3) lalu.

Indonesia sendiri telah bersiap sejak jauh hari untuk menghadapi kemungkinan gejolak yang datang dari luar.

Sektor pangan, menurut Prabowo, merupakan salah satu esensi bangsa yang harus dijamin ketercukupannya. Karenanya, sumber pangan pun harus dapat dipenuhi secara mandiri oleh bangsa Indonesia.

[Gambas:Video CNN]

(antara/sfr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |