AS Blokade Selat Hormuz, Menlu Rusia Langsung ke China

6 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengunjungi China untuk membahas berbagai masalah termasuk jalur perdagangan minyak global Selat Hormuz usai Amerika Serikat berencana memblokade perairan tersebut.

Lavrov bakal bertemu Menlu China Wang Yi di Beijing pada Selasa (14/4). Dia mengatakan pertemuan tersebut merupakan perdana mereka di 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sepenuhnya setuju bahwa dasar hubungan internasional saat ini sedang diuji dengan sangat serius," kata Lavrov dalam pernyataan pembuka saat bertemu Wang Yi.

Dia lalu berujar, "Kita hanya perlu melihat apa yang terjadi di awal tahun di Amerika Latin, di Venezuela, dan apa yang terjadi sekarang di Timur Tengah."

Kementerian Luar Negeri China juga sempat menyampaikan kekhawatiran mereka soal situasi di Selat Hormuz.

"AS meningkatkan pengerahan militer dan melakukan tindakan blokade yang ditargetkan, yang hanya akan memperburuk ketegangan, dan melemahkan perjanjian gencatan senjata yang sudah rapuh serta kian membahayakan keamanan jalur pelayaran melalui Selat Hormuz." kata Guo dalam konferensi pers.

"Ini tindakan berbahaya dan tak bertanggung jawab," imbuh dia.

Dalam konferensi pers sebelumnya, Guo menekankan Selat Hormuz adalah rute internasional yang penting untuk energi dan barang lain.

Lebih lanjut, jubir itu mengatakan menjaga keamanan dan stabilitas kawasan serta memastikan kelancaran lalu lintas adalah kepentingan bersama komunitas internasional.

"Akar penyebab gangguan di Selat Hormuz adalah konflik militer. Untuk menyelesaikan masalah ini, konflik harus dihentikan sesegera mungkin," ucap Guo, di situs resmi Kemlu China.

Semua pihak, kata dia, perlu tetap tenang dan menahan diri. China akan terus memainkan peran konstruktif.

Mengenai pembelian minyak, China siap bekerja sama dengan negara lain untuk bersama-sama menjaga keamanan energi global dan menjaga rantai pasokan tetap stabil.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan blokade Selat Hormuz usai negosiasi dengan Iran di Pakistan buntu. Dalam perundingan damai, Washington ingin Teheran menghentikan total program nuklir mereka dan menyerahkan material uranium yang diperkaya.

Iran sementara itu kukuh mempertahankan hak pengayaan uranium dan menegaskan kendali atas Selat Hormuz.

Negosasi AS-Iran berlangsung usai perang selama lebih dari sebulan. AS dibantu Israel terus menggempur negara Timur Tengah itu hingga menyebabkan ribuan orang tewas.

Iran tak tinggal diam, mereka membatasi secara ketat akses kapal di Selat Hormuz terutama negara yang berafiliasi atau mendukung AS-Israel.

(isa/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |