AS-Iran Deal di Swiss, 9 Kapal Tanker Mulai Wara-wiri di Selat Hormuz

7 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Dua supertanker yang sempat tertahan dan tujuh kapal tanker kosong terkait Qatar berhasil melintasi Selat Hormuz per Selasa (23/6), sehari setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati perjanjian di Swiss.

Data pelacakan kapal LSEG dan Kpler mencatat kapal tanker minyak mentah berukuran sangat besar Dubai Energy berhasil keluar dari selat tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapal ini disewa perusahaan energi Taiwan CPC dan membawa 2 juta barel minyak mentah Abu Dhabi dan Arab Saudi. Dubai Energy kini sekarang berlayar menuju Kaohsiung, Taiwan.

Kapal tanker VLCC lain, Universal Glory, yang disewa perusahaan penyulingan minyak Korea Selatan GS Caltex, keluar dari selat itu pada Selasa. Kapal tersebut membawa 2 juta barel minyak mentah Saudi.

Dua kapal tanker Suezmax, Sobar, dan Sarak, sedang menuju selat itu Selasa. Masing-masing kapal tersebut bisa mengangkut 1 juta barel minyak.

Kapal tanker LNG terkait Qatar

Tujuh kapal tanker tanpa muatan yang dioperasikan QatarEnergy bergerak ke barat menuju Teluk untuk mengisi ulang muatan pada 11 hingga 22 Juni. Ini menjadi pelayaran pertama sejak AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada 28 Februari.

Laporan Vortexa menunjukkan tiga kapal tanker pertama, Al Hamla, Al Areesh, dan Al Khuwair, mematikan sistem pelacakan saat masuk ke selat.

Menurut data Kpler, ketiga kapal tanker itu terakhir terlihat di luar selat pada pertengahan Juni dan muncul kembali dalam data pelacakan kapal antara 19 Juni dan 23 Juni.

Empat kapal lain Wadi Al Sail, Mekaines, Al Sadd, dan Mesaimeer memasuki selat tersebut pada Senin.

Tujuh kapal itu menandai volume terbesar kapal LNG kosong yang melintasi Selat Hormuz sejak perang dimulai. Kapal tanker LNG kosong lainnya juga sedang dalam perjalanan ke Qatar.

"Data pelacakan kapal memperkuat harapan bahwa QatarEnergy akan memenuhi jadwal peningkatan produksi LNG mereka," kata analis Commonwealth Bank of Australia, Vivek Dhar, dikutip Reuters.

(isa/rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |