BEI Siapkan Reformasi Lanjutan Pasar Modal Usai Peringatan SdanP DJI

1 hour ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan langkah reformasi lanjutan pasar modal usai mendapat peringatan dari penyedia indeks global S&P Dow Jones Indices (S&P DJI).

BEI juga menyatakan tetap optimistis Indonesia dapat mempertahankan status sebagai emerging market di tengah evaluasi yang dilakukan sejumlah penyedia indeks global.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengatakan pihaknya akan segera berdiskusi dengan S&P DJI sebagaimana komunikasi yang selama ini dilakukan bersama MSCI dan FTSE Russell.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Atas pengumuman S&P DJI pagi ini, kami akan berdiskusi dengan S&P sebagaimana kami berdiskusi dengan MSCI dan juga dengan FTSE selama ini," kata Irvan di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (8/7).

Ia menjelaskan BEI telah merealisasikan sejumlah agenda reformasi pasar modal, mulai dari penyampaian data klasifikasi investor secara lebih rinci, pengungkapan pemegang saham di atas 1 persen, penerapan ketentuan free float minimum 15 persen, hingga penerapan daftar saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSC).

Meski demikian, BEI masih terus mengevaluasi berbagai kebijakan tersebut, termasuk metodologi HSC yang menjadi salah satu perhatian investor global.

"Kami masih terus melakukan review dan terus berkomunikasi dengan global index provider," ujarnya.

Menurut Irvan, reformasi tidak berhenti pada kebijakan yang telah diterapkan. Bursa tengah menyiapkan langkah tambahan setelah menghimpun masukan dari pelaku pasar.

BEI telah mengirimkan survei kepada anggota bursa untuk diteruskan kepada investor institusi, terutama investor asing, guna memperoleh masukan terkait kebijakan reformasi yang telah dijalankan maupun langkah lanjutan yang dinilai diperlukan.

"Dari hasil survei itu pastinya akan di-review bersama OJK dan SRO (Self-Regulatory Organization). Dari situ baru kita akan tentukan langkah apa lagi yang bisa kita lakukan," katanya.

Ia menambahkan hasil survei tersebut akan menjadi dasar penyusunan kebijakan baru yang akan diumumkan kepada publik setelah proses pembahasan internal selesai.

BEI juga tetap yakin pasar modal Indonesia mampu mempertahankan status sebagai emerging market. Menurutnya, evaluasi dari penyedia indeks justru menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas pasar.

"Kami akan melakukan yang terbaik untuk membuat Bursa Efek Indonesia bertahan di emerging market dengan berbagai hal yang bisa kita lakukan," katanya.

Ia menilai pasar modal Indonesia memiliki fundamental yang kuat untuk terus berkembang. BEI, kata dia, pernah mencatatkan nilai transaksi harian hingga sekitar US$2 miliar atau sekitar Rp34 triliun, sehingga potensi pertumbuhan masih terbuka.

"Kami percaya market kita bisa terus besar. Berbagai hal yang sekarang menjadi concern kami ambil sebagai hal positif bahwa ini menjadi dasar untuk melakukan perbaikan," ujarnya.

Sebelumnya, S&P DJI memasukkan Indonesia ke dalam daftar pemantauan (watchlist) untuk kemungkinan perubahan klasifikasi pasar.

Dalam dokumen tinjauan klasifikasi negara 2026/2027, Indonesia berpotensi dipindahkan dari kategori emerging market menjadi special measures maupun frontier market apabila persoalan transparansi kepemilikan saham dinilai belum terselesaikan dalam periode evaluasi berikutnya.

Isu serupa juga sebelumnya disoroti MSCI yang masih membekukan penambahan saham Indonesia ke dalam indeks investable market serta kenaikan faktor inklusi saham (foreign inclusion factor).

[Gambas:Video CNN]

(lau/pta)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |