Benarkah Mata Minus Tinggi Tak Boleh Angkat Beban?

12 hours ago 1

CNN Indonesia

Senin, 03 Agu 2026 16:30 WIB

Ilustrasi Angkat Beban Ilustrasi. Banyak yang bertanya-tanya, mata minusm tinggi apa benar tak boleh angkat beban? Simak jawabannya. (TzTproduction/Pixabay)

Jakarta, CNN Indonesia --

Mata minus tinggi kerap dikaitkan dengan larangan mengangkat beban berat. Anggapan ini memang tidak sepenuhnya keliru, tetapi juga tidak berlaku untuk semua orang.

Sejumlah penelitian menemukan kaitan antara aktivitas mengangkat beban sangat berat dengan meningkatnya risiko ablasio retina pada sebagian penderita miopia tinggi. Lantas, seberapa besar risikonya dan siapa saja yang perlu lebih berhati-hati?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Miopia atau rabun jauh terjadi ketika bola mata lebih panjang dari ukuran normal sehingga bayangan benda jatuh di depan retina. Pada miopia tinggi, perubahan bentuk bola mata membuat lapisan retina menjadi lebih tipis sehingga lebih rentan mengalami robekan.

Mengutip jurnal Epidemiology, orang dengan miopia tinggi, terutama yang telah memiliki kelainan pada retina, diduga memiliki risiko lebih tinggi mengalami ablasio retina setelah melakukan aktivitas mengangkat beban sangat berat.

Dalam penelitian tersebut, orang yang rutin melakukan heavy lifting memiliki odds ratio (OR) sebesar 4,4. Artinya, mereka memiliki peluang sekitar 4,4 kali lebih besar mengalami ablasio retina dibandingkan kelompok yang tidak melakukan aktivitas tersebut.

Meski demikian, hasil penelitian ini hanya menunjukkan adanya hubungan atau asosiasi, bukan membuktikan bahwa angkat beban merupakan penyebab langsung terjadinya retina lepas.

Mengapa angkat beban diduga memengaruhi retina?

Mengutip jurnal Safety and Health, saat mengangkat beban yang sangat berat, seseorang biasanya melakukan manuver Valsalva, yakni menahan napas sambil mengejan untuk menghasilkan tenaga lebih besar. Kondisi tersebut dapat memicu beberapa perubahan pada tubuh, antara lain:

• peningkatan tekanan di rongga dada dan perut
• peningkatan tekanan vena dan
• kenaikan sementara tekanan di dalam bola mata (intraocular pressure).

Pada retina yang sudah rapuh akibat miopia tinggi, perubahan tekanan tersebut diduga dapat meningkatkan risiko robekan hingga ablasio retina.

Meski begitu, para peneliti menegaskan bahwa mekanisme tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Hingga kini, belum dapat dipastikan adanya hubungan sebab-akibat secara langsung antara angkat beban dan ablasio retina.

Apakah penderita mata minus tinggi tidak boleh angkat beban?

Memiliki mata minus tinggi bukan berarti harus berhenti berolahraga atau menghindari latihan beban.

Namun, orang dengan miopia tinggi yang juga mengalami penipisan retina (lattice degeneration), memiliki riwayat robekan retina, atau pernah mengalami ablasio retina memang perlu lebih berhati-hati terhadap aktivitas yang melibatkan angkat beban sangat berat maupun mengejan berlebihan.

Pada kondisi tersebut, dokter spesialis mata umumnya akan memberikan rekomendasi jenis dan intensitas latihan sesuai kondisi retina masing-masing. Dengan demikian, batas aman latihan beban tidak dapat disamaratakan untuk setiap orang.

Bagi penderita miopia tinggi yang ingin rutin menjalani latihan beban intensitas tinggi, pemeriksaan retina ke dokter spesialis mata sebelum memulai program latihan menjadi langkah yang dianjurkan.

Dengan begitu, olahraga tetap bisa dilakukan secara aman tanpa mengabaikan kesehatan mata.

(anm/tis)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |