Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan bahan bakar minyak (BBM) jenis baru B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Kamis (8/7).
B50 adalah bahan bakar biodiesel yang terdiri dari 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit (Fatty Acid Methyl Ester/FAME) dan 50 persen solar (diesel fosil).
Program B50 merupakan kelanjutan dari mandatori biodiesel pemerintah yang sebelumnya telah menerapkan B20, B30, dan B40. Angka 50 menunjukkan persentase kandungan biodiesel dalam campuran tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu berapa harga B50?
Dengan diluncurkannya B50, maka ia akan menggantikan posisi B40 yang sudah berjalan sebelumnya. Karena sebagai pengganti, maka harganya ditetapkan sama.
Harga B50 ditetapkan menjadi dua yakni Rp6.800 per liter untuk kendaraan penumpang dan sekitar Rp15 ribu sampai Rp16 ribu untuk industri.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebutkan harga B50 untuk kendaraan penumpang lebih murah karena diberikan subsidi. Sementara, untuk industri diberikan sesuai harga pasar.
"Yang PSO itu adalah subsidi, non PSO itu adalah yang untuk industri. Industri bayar non subsidi antara Rp15 ribu sampai Rp16 ribu," ujar Bahlil dalam acara Peluncuran Mandatory B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Kamis (9/7).
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan terbanyak ada di SPBU di wilayah Jawa. Sebab, itu otomatis mengganti posisi B40 yang sebelumnya sudah dijual.
"57 persen dari SPBU-nya Pertamina sudah ada (B50). Lebih (banyak) Jawa, Sumatera, terus sebagian Sulawesi ada, jadi mulai menyebar, tapi Pertamina sudah melaporkan tadi bahwa 57 persen sudah tersalurkan," jelas Eniya.
Penjualan B50 100 persen akan dimulai pada Oktober 2026. Pasalnya, ada masa transisi tiga bulan bagi para pelaku usaha menjual stok B40 yang dimiliki. Jangka waktu ini sudah dituangkan dalam Kepmen ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 Tahun 2026 tentang kewajiban pencampuran biodiesel sebesar 50 persen dalam minyak solar.
"Karena memang kita tanya dari badan usaha yang terutama paling besar kan memang Pertamina. Pertamina perlu berapa bulan menyelesaikan stok B40? Nah, jawabannya adalah 2 bulan dan untuk yang lain kan ada 34 badan usaha blending-nya itu memerlukan waktu 3 bulan. Jadi 3 bulan gitu," pungkasnya.
(ldy/sfr)
Add
as a preferred source on Google


















































