Berat Normal Tapi Perut Makin Buncit, Waspada Gangguan Metabolik

1 week ago 9

Mayapada Hospital | CNN Indonesia

Kamis, 11 Jun 2026 19:59 WIB

Ilustrasi perut buncit Ilustrasi. (Foto: iStock/Staras)

Jakarta, CNN Indonesia --

Celana mulai sempit di bagian pinggang, tapi timbangan masih menunjukkan angka "aman". Kondisi ini sering dianggap biasa karena merasa belum masuk kategori berat badan berlebih, sehingga tak ada kekhawatiran apa-apa.

Faktanya, terlalu fokus pada angka timbangan justru rawan membuat sinyal penting terlewat. Lingkar perut yang terus membesar bisa menjadi tanda awal gangguan metabolik, bahkan pada orang dengan berat badan normal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

dr. Shiela Stefani, M.Gizi, Sp.GK, AIFO-K, FINEM dari Mayapada Hospital Bandung menyatakan bahwa penumpukan lemak di area perut perlu diwaspadai meski berat badan terlihat normal.

"Lemak di area ini berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan metabolik seperti gula darah tinggi, kolesterol, hipertensi, hingga fatty liver. Karena itu, evaluasi kesehatan sebaiknya tidak hanya melihat angka timbangan, tetapi juga memperhatikan lingkar perut dan sebaran lemak tubuh secara menyeluruh," kata dr. Shiela.

Gangguan Metabolik yang Sering Tak Disadari

Gangguan metabolik dan fatty liver sering berkembang perlahan tanpa gejala jelas di tahap awal. Banyak orang baru menyadarinya setelah hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan perubahan.

Sinyal awal yang sering diabaikan, mencakup lingkar pinggang perlahan membesar, celana makin ketat di area perut, hingga berat badan yang tidak banyak berubah, tapi proporsi lemak tubuh meningkat.

Sebagai antisipasi, pengukuran lingkar perut adalah langkah awal yang sederhana. Namun, tidak cukup berdiri sendiri. Secara umum, hasilnya perlu dilihat bersama faktor lain, seperti kadar gula darah, kolesterol, tekanan darah, pola makan dan aktivitas fisik, serta komposisi tubuh secara keseluruhan.

(rea/rir)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |