BPS Sebut Dapur MBG-Kopdes Dorong Laju Ekonomi 5,61% Kuartal I 2026

4 hours ago 10

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap sejumlah program pemerintah ikut mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026, mulai dari pembangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes).

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan dorongan tersebut terlihat dari kinerja sektor konstruksi yang tumbuh 5,49 persen secara tahunan.

Pertumbuhan ini didorong meningkatnya aktivitas pembangunan infrastruktur, baik oleh pemerintah maupun swasta, termasuk pembangunan SPPG dan koperasi Kopdes.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Konstruksi tumbuh menguat sejalan dengan meningkatnya aktivitas pembangunan infrastruktur fisik yang didorong oleh meningkatnya realisasi anggaran belanja modal pemerintah untuk sektor konstruksi, meningkatnya aktivitas konstruksi oleh swasta, salah satunya karena bertambahnya jumlah SPPG dan juga Koperasi Desa Merah Putih," ujar Amalia dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta Pusat, Selasa (5/5).

BPS mencatat pembangunan SPPG atau dapur MBG berlangsung masif pada awal tahun ini. Amalia mengatakan hingga Maret 2026 terdapat tambahan 6.737 unit SPPG dibandingkan Desember 2025.

Amalia menjelaskan pembangunan dapur MBG turut tercatat dalam komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB), tidak hanya dari sisi bangunan, tetapi juga peralatan yang digunakan.

"Investasi SPPG ini kami rekam dalam belanja modal, baik untuk pembangunan dapur, penyediaan alat-alat dapur, serta alat modal lainnya," ujarnya.

Selain itu, proyek strategis lain seperti pembangunan MRT, infrastruktur konektivitas, serta program swasembada pangan juga ikut menopang pertumbuhan PMTB pada kuartal I 2026.

Di sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah tercatat tumbuh tinggi hingga 21,81 persen secara tahunan. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Amalia mengatakan lonjakan konsumsi pemerintah didorong realisasi belanja pegawai, termasuk pembayaran THR dan gaji ke-14, penambahan aparatur sipil negara (ASN), serta percepatan pembayaran tunjangan tenaga pendidik.

Selain itu, peningkatan belanja barang dan jasa pemerintah juga turut memperkuat pertumbuhan tersebut.

"Pertumbuhan konsumsi pemerintah pada kuartal ini merupakan pertumbuhan paling tinggi dalam lima tahun terakhir ini betul," ujar Amalia.

BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 sebesar 5,61 persen (yoy), menjadi yang tertinggi untuk periode kuartal I sejak 2021.

Pertumbuhan ini lebih tinggi jika dibandingkan kuartal I 2025 yang tumbuh sebesar 4,87 persen (yoy).

[Gambas:Video CNN]

(dhz/sfr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |