PBB: Gaza Tempat Paling Berbahaya di Dunia Bagi Jurnalis

4 hours ago 9

Jakarta, CNN Indonesia --

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan Jalur Gaza sebagai wilayah yang paling berbahaya bagi jurnalis di dunia, akibat agresi brutal Israel ke Palestina.

Badan Hak Asasi Manusia PBB (UN Human Rights Office) Palestina @OHCHR_Palestine menyampaikan deklarasi tersebut dalam unggahan di X pada Minggu (3/5).

"Ini [Gaza] adalah tempat paling berbahaya di dunia bagi jurnalis," demikian unggahan mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Badan HAM PBB itu juga menyebut 295 jurnalis tewas dalam serangan Israel di Gaza sejak Oktober 2023.

Mereka mendesak komunitas internasional mengambil langkah-langkah konkret untuk memastikan akuntabilitas atas pembunuhan itu, melindungi jurnalis dari bahaya lebih lanjut, dan memberikan akses tanpa hambatan ke media independen untuk mendokumentasikan kejahatan yang terjadi di Gaza.

Dalam pernyataan resmi, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Türk menggambarkan agresi Israel di Gaza telah menjadi jebakan maut bagi media.

Dia juga menyinggung soal Lebanon. "Sejauh ini di tahun 2026, Lebanon adalah negara paling mematikan bagi pekerja media." Jurnalisme saat ini, lanjut Turk, menjadi profesi yang tak aman dan terkadang berbahaya.

"Para pekerja media dibom di dalam mobil mereka, diculik dari kantor mereka, dibungkam dibalik jeruji besi, dan dipecat dari pekerjaan mereka," ungkap Turk.

Pernyataan PBB muncul bertepatan dengan Hari Kebebasan Pers Dunia (World Press Freedom Day).

Kelompok HAM berulang kali menuduh Israel sengaja menyerang jurnalis dan keluarga mereka, serta kantor-kantor media untuk membungkam pemberitaan tentang kekejaman di Gaza.

Pemerintahan Israel tak mengizinkan media independen asing untuk memasuki Jalur Gaza. Mereka mengendalikan semua arus informasi dan secara rutin sesuai keinginan mereka..

Israel meluncurkan agresi brutal ke Palestina pada Oktober 2023. Sejak saat itu, mereka menggempur habis-habisan warga dan objek sipil.

Imbas serangan tersebut, lebih dari 75.000 warga di Palestina tewas, ratusan ribu rumah warga hancur, dan jutaan orang terpaksa menjadi pengungsi.

(isa/dna)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |