Cara-cara Tak Pantas Trump Bukti Nyata AS Tak Layak Helat Piala Dunia

5 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat terang-terangan mempertontonkan bahwa campur aduk politik dan sepak bola bisa diterapkan dalam Piala Dunia 2026.

Padahal, FIFA dengan tegas mengampanyekan 'kick politic out of football'. Namun, di hadapan rezim Donald Trump, slogan itu tak ada maruahnya. FIFA pun tak berdaya atas sikap AS itu.

Beberapa bulan sebelum Piala Dunia 2026, Trump menjanjikan Iran akan aman bermain di AS. Namun, beberapa pekan sebelum pembukaan Piala Dunia 2026, Trump menolak Iran tinggal di AS. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akibatnya Iran tinggal di Meksiko selama turnamen empat tahunan ini berlangsung, padahal seluruh laga babak grup berlangsung di AS. Iran akan pulang balik Meksiko-AS di hari pertandingan.

Ini diberlakukan AS karena sedang terlibat konflik politik di Timur Tengah. Konflik politik membuat Iran yang seharusnya punya hak sama di Piala Dunia 2026, didiskriminasi AS.

AS juga menolak masuk wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan. Ia adalah wasit terbaik Afrika dan datang ke AS atas undangan FIFA untuk memimpin laga Piala Dunia 2026.

Pihak Imigrasi AS tidak menjelaskan alasan pasti mengapa Artan ditolak masuk. Ini menjadi kasus pertama wasit resmi Piala Dunia tidak bisa masuk ke wilayah tuan rumah turnamen.

Tim-tim peserta Piala Dunia 2026, umumnya dari Benua Asia dan Afrika, juga mendapat pemeriksaan berlebihan dari AS. Apatisme AS terhadap klub Asia dan Afrika terasa berlebihan. 

Striker Irak, Aymen Hussein, misalnya diperiksa selama tujuh jam. Meski akhirnya diperkenankan masuk AS, tetap saja kredibilitas Aymen sebagai representasi Irak dibuat tak nyaman.

Skuad Uzbekistan pun demikian. Tim asuhan Fabio Cannavaro ini diperiksa dengan anjing pelacak narkotika dan detektor logam sebelum pertandingan uji coba melawan Belanda.

Pihak AS beralibi ini pemeriksaan lumrah kepada semua tim peserta Piala Dunia 2026. Faktanya hanya Uzbekistan yang diperlakukan seperti itu. Cannavaro menyebut ini diskriminasi.

Pemain-pemain Senegal juga diperiksa secara ketat saat di imigrasi AS saat tiba di bandara. Padahal, tim-tim Eropa tidak diperlakukan seperti ini saat tiba di bandara.

Semua ini hanya terjadi pada edisi kali ini di AS. Ya, hanya di AS, bukan di Kanada dan Meksiko. Dalam 22 edisi sebelumnya, tak pernah terjadi peserta Piala Dunia didiskriminasi begini.

Bersambung ke halaman berikutnya >>> 

[Gambas:Video CNN]

Add as a preferred
source on Google

Read Entire Article
| | | |