Charles Ergen, Raja TV Satelit AS Berharta Rp229,77 T

1 hour ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Charles Ergen atau Charlie Ergen adalah konglomerat asal Amerika Serikat (AS) yang sukses berkat bisnis televisi satelit, Dish Network dan EchoStar.

Dilansir Forbes, per Minggu (20/9), kekayaan Ergen mencapai US$12,9 miliar atau sekitar Rp229,77 triliun (asumsi kurs Rp17.812 per dolar AS).

Tumpukan hartanya itu membuat Ergen duduk di peringkat ke-244 orang terkaya di Daftar Real Time Orang Terkaya Dunia versi Forbes.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas bagaimana kisah hidupnya?

Dilansir dari berbagai sumber, Charles William Ergen lahir di Oak Ridge, Tennessee, AS pada 1 Maret 1953.

Ayahnya, Willian K Ergen, adalah ilmuwan di Laboratorium Nasional Oak Ridge. Sementara, ibunya, Viola bekerja sebagai manajer bisnis Museum Anak-anak Oak Ridge di Tennessee.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Ergen melanjutkan studi bisnis dan akuntansi di Universitas Tennessee dan meraih gelar sarjana pada 1974.

Kemudian, Ergen melanjutkan studi master dan meraih gelar MBA di Universitas Wake Forest pada 1976.

Selepas itu, Ergen mulai berkarir sebagai analis keuangan di perusahaan makanan ringan Frito-Lay. Selama bekerja, ia mengisi waktu luangnya sebagai pemain poker profesional.

Ergen hanya bertahan dua tahun di perusahaan pertamanya itu.

Pada 1980, Ergen dan calon istrinya kala itu, Candy, dan rekan kerjanya Jim DeFranco mendirikan perusahaan tv parabola EchoSphere (EchoStar) bermodalkan US$60 ribu.

Modal itu Ergen pakai untuk membeli dua antena C-Band yang ditujukan bagi wilayah pedesaan Colorado, yang belum terjamah TV kabel. Untuk menjual antena parabola itu, Ergen dan rekannya berkeliling di wilayah metropolitan Denver dari bak truk.

Bisnisnya ternyata sukses. Pada 1987, EchoStar mengajukan izin layanan siaran satelit langsung (DBS).

Selang tiga tahun, perusahaan sukses menerbitkankan obligasi untuk menggalang dana sebesar US$335 juta. Dana tersebut digunakan untuk membeli slot orbit untuk satelit.

Pada 1992, EchoStar akhirnya mendapatkan lisensi DBS dari Federal Communications Commission, yang memberikan perusahaan tersebut slot orbit geostasioner miliknya sendiri. Setahun kemudian, EchoStar Communications resmi berdiri.

Pada 1995, Ergen sukses membawa EchoStar melantai di bursa saham dan sukses meluncurkan satelit pertama, EchoStar I.

Ergen lalu mengembangkan bisnis perusahaan dengan meluncurkan DISH Network. Ia melihat peluang bisnis dari biaya berlangganan TV satelit yang lebih murah dibandingkan kabel.

Pada 2008, Ergen memisahkan perusahaannya menjadi dua yakni EchoStar sebagai perusahaan infrastruktur satelit dan DishNetwork sebagai layanan tv berlanggan.

Seiring beralihnya minat konsumen ke layanan internet, Ergen pun mengantisipasinya. Dalam hal ini, DishNetwork mengakuisisi lisensi spektrum nirkabel senilai miliaran dolar.

DishNetwork juga melebarkan bisnis ke layanan seluler dan nirkabel seperti Boost Mobile serta jaringan 5G.

Pada 31 Desember 2023, DishNetwork kembali resmi menjadi anak perusahaan di bawah EchoStar. Saat itu, Ergen masih menjadi CEO perusahaan.

Saat ini, perusahaan memiliki 7 juta konsumen TV berlangganan. Namun, selama dua tahun terakhir perusahaan menghadapi tekanan, salah satunya yang berasal dari kewajiban pembangunan jaringan 5G yang tertunda.

Tahun lalu, perusahaan mencatat rugi sebesar US$14,5 miliar lantaran penurunan nilai aset non-tunai. Kendati, per kuartal II 2026, perusahaan berhasil meraup keuntungan US$8,46 miliar.

Terkait kehidupan pribadi, Ergen dikenal sebagai sosok yang sederhana dan tak banyak disorot media.

Di waktu senggang, Ergen menyempatkan waktu untuk naik gunung. Beberapa gunung yang pernah ditaklukannya di antaranya Kilimanjaro di Tanzania dan Aconcagua di Argentina. Ia juga pernah mencapai base camp Gunung Everest di Nepal.

Ergen saat ini tinggal di Colorado, AS, bersama istrinya, Candy Ergen. Keduanya memiliki lima orang anak.

[Gambas:Video CNN]

(sfr)

Read Entire Article
| | | |