Jakarta, CNN Indonesia --
Tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Jayawijaya tewas ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Rabu (9/9).
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo menyebut insiden nahas itu terjadi di wilayah Muliama, Papua Pegunungan, sekitar pukul 15.53 WIT.
Dilansir dari akun Instagram @bknkanreg14, ketiga korban tewas yakni Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya, Aprida Rapi; dokter hewan Dinas Kesehatan Jayawijaya Alfonsius Albinus Mehan; dan calon Pegawai Negeri Sipil (PNS) Willi Mbuik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Identitas ketiga korban tersebut juga telah dibenarkan oleh Kementerian Pertanian.
Yusuf mengatakan ketika itu rombongan pegawai Dinas Pertanian yang berjumlah 11 orang dalam perjalanan dari Wamena menuju Muliama untuk meninjau pelaksanaan kegiatan cetak sawah.
Akan tetapi, di tengah jalan rombongan tersebut diserang oleh KKB. Akibatnya, kata dia, korban Willi (24) terkena tembakan di pinggang kanan.
"Korban meninggal dunia di RSUD Wamena setelah sebelumnya mendapatkan penanganan medis," ujarnya dalam keterangan tertulis.
Sementara, Aprida (49) mengalami luka tembak di bagian perut dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan Alfonsius mengalami luka tembak pada bagian kepala belakang serta tangan kiri dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
"Petugas keamanan masih mendalami rangkaian kejadian dan motif di balik peristiwa tersebut untuk memastikan fakta secara menyeluruh," tuturnya.
Pasca insiden itu, Yusuf mengatakan tim gabungan dari Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polres Jayawijaya langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan penyelidikan.
Ia menyebut tim gabungan juga melakukan penyisiran di sekitar area Puskesmas Muliama serta lokasi yang diduga menjadi tempat terjadinya aksi penembakan. Selain itu, kata dia, tim juga berhasil mengamankan delapan orang saksi yang berada bersama rombongan korban saat kejadian.
"Berdasarkan penyelidikan dan pendalaman, aksi penembakan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) dari wilayah Nduga. Namun, petugas keamanan masih melakukan penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan untuk memastikan identitas serta keterlibatan para pelaku," katanya.
(tfq/isn)
















































