Dikira Aman, 4 Orang Tewas Usai Makan Jamur Beracun Ini

2 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Puluhan kasus keracunan jamur death cap (topi kematian) terjadi di Amerika Serikat (AS) sejak pertengahan November. Empat orang di antaranya meninggal dunia usai terkecoh jamur yang terlihat aman untuk dimakan ini.

Menurut Departemen Kesehatan AS, puluhan kasus keracunan terjadi sejak yang 4 di antaranya meninggal dunia dan 3 memerlukan transplantasi hati setelah mengonsumsi jamur death cap yang sedang menyebar luas di California pasca musim hujan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Departemen Kesehatan Publik California mendesak masyarakat untuk menghindari pengumpulan jamur sama sekali tahun ini karena jamur death cap kerap mengecoh dan dianggap jenis jamur yang aman dimakan.

Otoritas kesehatan ini melaporkan warga yang mencari pertolongan medis mengalami kerusakan liver akut yang berkembang dengan cepat dan berujung kegagalan liver.

Beberapa pasien memerlukan rawat inap di unit perawatan intensif. Korban keracunan ini datang dari berbagai rentang usia, mulai dari 19 bulan hingga 67 tahun.

Melansir CNN pada Sabtu (7/2), jamur death cap merupakan salah satu jamur paling beracun di dunia dan termasuk dalam kelompok kecil jamur yang mengandung amatoxin, senyawa beracun yang menyebabkan 90 persen kasus keracunan jamur fatal di seluruh dunia. Jamur ini terdapat di taman kota dan hutan, seringkali di bawah pohon ek.

Direktur medis Divisi San Francisco dari California Poison Control System Craig Smolli mengatakan biasanya terdapat antara dua hingga lima kasus keracunan jamur death cap dalam setahun.

"Masalah utama tahun ini adalah skala dan jumlah orang yang mengonsumsi jamur ini. Memiliki hampir 40 kasus sangat tidak biasa," kata Smollin.

Smolli menyebut jamur topi kematian mirip dengan banyak jenis jamur dari berbagai belahan dunia yang aman untuk dikonsumsi, dan penampilannya berubah pada tahap-tahap yang berbeda, mulai dari topi berwarna cokelat keputihan hingga topi berwarna kehijauan.

"Kecuali Anda adalah ahli yang mempelajari jamur, hal ini bisa sangat sulit untuk diketahui," tutur Smollin.

Para ahli mengatakan suhu hangat musim gugur yang dipadukan dengan hujan awal menyebabkan terjadinya "super bloom" jamur death cap di California tahun ini.

Lebih lanjut, mengonsumsi jamur ini dalam jumlah kecil tetap bisa berdampak fatal. Para ahli memperingatkan bahwa warna jamur bukanlah cara yang andal untuk mendeteksi toksisitasnya.

Selain itu, memakan jamur death cap dalam keadaan mentah, kering, atau dimasak tidak membuat perbedaan terhadap racunnya.

Salah satu cerita keracunan datang dari Laura Marcelino (36) dan keluarganya. Mereka yang berada di kota Salinas, California Utara, mengumpulkan jamur yang mirip dengan yang biasa dia dan suaminya cari di Oaxaca, negara bagian di Meksiko Selatan.

"Kami pikir itu aman," kata Marcelino.

Suaminya merasa pusing dan lelah keesokan harinya, tetapi Marcelino merasa baik-baik saja, dan mereka makan jamur itu lagi dengan memanaskannya dalam sup bersama tortilla.

Anak-anak mereka tidak suka jamur sehingga tidak memakannya. Keesokan harinya, kedua orang dewasa yang merupakan pekerja musiman di pertanian tersebut sakit muntah-muntah dan tidak bisa bekerja.

Marcelino dirawat di rumah sakit selama lima hari, sementara suaminya harus menjalani transplantasi hati.

Orang yang memakan jamur ini disebut dapat mengalami kram perut, mual, diare, atau muntah dalam waktu 24 jam setelah mengonsumsi jamur beracun, dan kondisi dapat memburuk dengan cepat setelah itu.

Gejala awal mungkin hilang dalam sehari, tetapi kerusakan hati yang serius hingga fatal masih dapat berkembang dalam 2 hingga 3 hari.

Jamur Death Cap telah ditemukan di taman-taman lokal dan nasional di seluruh California Utara dan Pantai Tengah. Kelompok jamur tersebut juga telah diidentifikasi di wilayah Teluk Monterey dan San Francisco.

Departemen Kesehatan Masyarakat menyatakan bahwa korban keracunan termasuk banyak penutur bahasa Spanyol, Mixteco, dan Mandarin. Merespons kasus ini, negara bagian telah membuat peringatan bahaya jamur tersebut dalam berbagai bahasa.

(lom/dmi)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |