Elon Musk-Sam Altman Setuju Laju AI Diperlambat, Ini Alasannya

1 hour ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah bos perusahaan teknologi menyerukan untuk mengerem perkembangan kecerdasan buatan (AI) sementara waktu. Apa alasannya?

Para bos teknologi yang mengajukan seruan itu di antaranya CEO OpenAI Sam Altman dan pemilik SpaceX Elon Musk. Mereka mendukung pernyataan CEO Anthropic Dario Amodei yang memperingatkan bahwa tanpa perlambatan, sekumpulan sistem AI berpotensi menguasai seluruh jaringan internet dalam kurun waktu satu tahun.

Dalam sebuah cuitan di X, Musk menyebut pernyataan Amodei soal AI benar. Ia juga mengingatkan kembali bahwa dirinya sudah lama menyuarakan bahaya AI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sudah lama memperingatkan soal kecerdasan buatan," kata Musk dalam cuitannya.

Altman juga menyampaikan bahwa dirinya setuju dengan pernyataan Amodei terkait perlunya mengatur laju perkembangan AI.

"Saya setuju dengan Dario bahwa kita perlu mengatur laju perkembangan di bidang ini. Ini telah menjadi topik utama diskusi yang kami lakukan di OpenAI dalam beberapa pekan terakhir," kata Altman, melansir Reuters.

Ia mengatakan OpenAI berencana mengadopsi gagasan yang diusulkan oleh Anthropic dengan berkomitmen untuk melibatkan penilai independen yang memiliki akses layaknya karyawan. Altman telah memperingatkan tentang risiko-risiko tersebut jauh sebelum booming kecerdasan buatan (AI) saat ini.

Dalam esai tahun 2015 berjudul "Machine Intelligence, Bagian 1", ia mengatakan bahwa pengembangan kecerdasan mesin yang melampaui kemampuan manusia kemungkinan besar merupakan ancaman terbesar bagi kelangsungan hidup umat manusia.

Demis Hassabis, salah satu pendiri sekaligus pimpinan Google DeepMind, turut menyampaikan hal serupa. Menurut dia, meski rincian teknisnya masih perlu dimatangkan, arah dari usulan tersebut sudah tepat untuk merespons situasi saat ini.

Melansir The Guardian, seruan Amodei ini mengemuka di tengah persiapan Anthropic untuk melantai di bursa saham AS, yang digadang-gadang akan menjadi IPO terbesar sepanjang sejarah dengan target valuasi lebih dari US$2 triliun.

Sebelumnya, CEO Anthropic Dario Amodei menyerukan pentingnya memperlambat laju perkembangan AI lantaran risiko keamanan yang mengkhawatirkan.

Dalam sebuah esai sepanjang 3.800 kata, ia mengakui bahwa manusia mungkin dapat kehilangan kendali atas AI. Menurutnya, teknologi ini juga dapat disalahgunakan untuk serangan siber, bioterorisme, serta gangguan ekonomi yang serius.

Dalam wawancaranya dengan Anderson Cooper dari CNN pada Sabtu (12/9), Amodei menyerukan kepada para pemimpin industri untuk bekerja sama menghindari kesalahan dan potensi bahaya AI terhadap umat manusia.

"Jika kita terlambat, saya percaya ada orang jahat yang akan menyalahgunakan teknologi tersebut," katanya, dikutip dari CNN.

Pernyataan Amodei ini muncul setelah pengunduran diri seorang peneliti Anthropic karena kekhawatiran perusahaan dan para pesaingnya tidak melakukan tindakan yang bertanggung jawab dalam pengembangan AI.

Mantan peneliti Anthropic Jacob Coxon berkomentar di X pada Selasa (8/9) soal ketidakpedulian pengembang AI terhadap risiko bahaya yang dapat ditimbulkan oleh produknya, meskipun mereka telah menyadarinya.

"Banyak eksekutif dan peneliti senior akan menyusun kalimat mereka di media agar terdengar masuk akal, tetapi saya mendengar mereka mengungkapkan ketakutan secara pribadi. Tidak ada aktivitas manusia lain yang menimbulkan tingkat bahaya seperti ini," tulisnya.

(dmi/dmi)

Read Entire Article
| | | |