Habiburokhman: Kritik Dino Patti Djalal ke Prabowo Kurang Etis

1 hour ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman menilai kritik yang disampaikan eks Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal terkait soal kunjungan luar negeri Presiden RI Prabowo Subianto, tidak konstruktif dan kurang etis.

"Di era demokrasi dan keterbukaan tentu kita senantiasa membuka diri terhadap kritik, termasuk dari mantan pejabat tinggi seperti Dino Patti Djalal. Namun demikian, sebagai sesama anak bangsa saya harus mengkritik balik Dino," kata Habib, sapaannya dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6).

Ia mengatakan kritik dari Dino tidak produktif karena tidak berbasis info yang akurat, bahkan ada tendensi kritik tersebut sebagai serangan politik yang membabi buta dan sekedar mengolok-olok pemerintahan Prabowo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, solusi yang disampaikan Dino agar Prabowo lebih banyak mengundang pemimpin negara lain juga agak aneh.

"Di tengah ketidakpastian situasi global saat ini bahkan Donald Trump merasa perlu mengunjungi China untuk memperjuangkan kepentingan negaranya. Menurut kami justru Presiden Prabowo harus sangat proaktif baik menerima kunjungan maupun juga mengunjungi pemimpin negara lain," katanya.

Ia mengatakan sebagai mantan Wamenlu, kurang etis jika Dino mengkritik kinerja politik luar negeri pemerintahan Prabowo.

Menurutnya, di negara-negara maju, mantan pejabat membatasi diri untuk mengkritik kinerja para penerus atau penggantinya.

"Hal tersebut didasarkan pada sikap menghormati orang yang sedang bekerja. Kritik mantan pejabat kepada penerusnya bahkan bisa menjadi bumerang jika publik membanding kinerja si mantan dengan yang sedang menjabat," ujarnya.

Dino sebelumnya menyoroti tingginya frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto sejak menjabat kepala negara.

Menurut Dino, pola perjalanan tersebut memunculkan perhatian publik sehingga ia menyampaikan sejumlah masukan, mulai dari pengurangan lawatan hingga pemanfaatan diplomasi virtual.

Dino menyampaikan pandangan itu dalam unggahan video reels Instagram yang ditujukan kepada Prabowo. Ia mengaku merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan pandangan mengenai politik luar negeri Indonesia.

"Bapak Presiden (Prabowo) telah menganugerahkan Bintang Mahaputera kepada saya yang berarti Bapak mempercayai kredibilitas dan pandangan saya mengenai politik luar negeri. Karena itu, saya juga merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan pesan apa adanya," kata Dino dalam video tersebut, Sabtu (30/5).

Ia kemudian mengimbau Prabowo agar secara signifikan mengurangi frekuensi kunjungan luar negeri dan tidak menganggap remeh suara publik terkait hal tersebut.

"Dalam perhitungan kami, dari seluruh pemimpin dunia, Presiden Prabowo telah menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan keluar negeri. Semenjak menjabat menjadi presiden, satu dari enam hari dihabiskan beliau di luar negeri dan tidak heran kalau ada yang beranggapan bahwa ini tidak lazim dan di luar batas kewajaran," ujarnya.

Menurut Dino, sulit membayangkan Presiden Prabowo terus melakukan perjalanan luar negeri dengan intensitas setinggi sekarang selama 18 bulan ke depan.

Ia juga menyoroti besarnya biaya yang harus dikeluarkan negara dalam setiap kunjungan kepala negara ke luar negeri. Menurutnya, biaya tersebut mencakup tim pendahulu, pesawat, hotel, logistik, konsumsi, protokol, pengamanan hingga uang harian delegasi.

"Satu perjalanan keluar negeri bisa keluar puluhan, bahkan ratusan miliar," katanya.

Sebagai solusi, Dino menyarankan Prabowo lebih mengandalkan video call, telepon, atau pertemuan virtual untuk menjaga komunikasi dengan para pemimpin dunia.

(yoa/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |