Harita Fokus Efisiensi Operasional di Tengah Situasi Nikel Global

5 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel terus menjaga fokus pada efisiensi operasional dan penerapan praktik usaha yang bertanggung jawab di tengah dinamika industri nikel global yang semakin menantang.

Memasuki 2026, Perseroan melanjutkan upaya pengelolaan operasional secara terukur di seluruh rantai nilai terintegrasi, mulai dari kegiatan penambangan hingga pengolahan.

"Saat ini industri nikel global sangat dinamis dan penuh tantangan, fokus kami adalah tetap menjaga operasional tetap berjalan secara efisien, terukur, dan bertanggung jawab. Integrasi dari penambangan hingga pengolahan membantu Perseroan mengelola produktivitas dan efektivitas operasional secara lebih baik, dengan tetap memperhatikan tata kelola serta keberlanjutan usaha jangka panjang," ujar Lukito Gozali, Head of Investor Relations Harita Nickel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tengah tekanan harga nikel global dan kondisi industri yang menantang, Perseroan tetap menjaga kesinambungan kegiatan usaha dengan berfokus pada efisiensi operasional dan pengelolaan rantai nilai yang bertanggung jawab.

Dengan pendapatan sebesar Rp29,63 triliun pada 2025 dan Rp6,81 triliun pada Kuartal I/2026, Perseroan akan terus menjalankan operasional secara terukur di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.

Dari sisi operasional, seluruh lini produksi berjalan sesuai target yang ditetapkan, mencakup segmen penambangan bijih nikel, pengolahan pirometalurgi melalui jalur RKEF, serta pengolahan hidrometalurgi melalui jalur HPAL yang menghasilkan MHP dan nikel sulfat.

Energi terbarukan

Perseroan turut melanjutkan berbagai inisiatif pemanfaatan energi terbarukan secara bertahap. Ini termasuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 40 MWp, pembangkit listrik berbasis pemanfaatan panas buang dari fasilitas HPAL berkapasitas 50 MWp, serta pengembangan Energy Management System yang sejalan dengan standar ISO:50001.

Perseroan saat ini juga telah memasuki tahapan corrective action dalam proses evaluasi kinerja berdasarkan standar The Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA).

Selain itu, juga perusahaan bersiap menjalani audit Responsible Minerals Assurance Process (RMAP) Supply Chain Due Diligence Plus (SCDDP) Module sebagai bagian dari penguatan standar ESG lebih lanjut dan praktik rantai pasok yang bertanggung jawab.

(asa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |