Hidup dengan Satu Ginjal, Ini yang Perlu Dilakukan agar Tetap Sehat

2 hours ago 3

CNN Indonesia

Jumat, 06 Feb 2026 12:45 WIB

Hidup dengan satu ginjal tetap aman jika diimbangi gaya hidup sehat, pemeriksaan rutin, dan kehati-hatian dalam aktivitas sehari-hari. Ilustrasi. Orang memang masih bisa hidup hanya dengan satu ginjal, tapi tetap harus waspada karena risiko kesehatan makin tinggi. (Istock/ericsphotography)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Ginjal berperan penting dalam menyaring darah sebelum diedarkan ke seluruh tubuh. Normalnya, manusia memiliki dua ginjal. Namun, sebagian orang harus menjalani hidup dengan satu ginjal, baik karena kondisi bawaan sejak lahir maupun akibat pengangkatan ginjal karena penyakit tertentu.

Konsultan Urologi Onkologi Eka Hospital MT Haryono, Agus Rizal A.H. Hamid, menjelaskan bahwa hidup dengan satu ginjal pada dasarnya memungkinkan seseorang menjalani hidup normal. Bahkan, kondisi ini tidak memengaruhi harapan hidup, terutama jika ginjal diangkat saat dewasa.

"Jika seseorang terlahir dengan satu ginjal, ginjal yang tersisa akan membesar dan bekerja lebih keras, hingga sekitar 75 persen dari fungsi ginjal normal," jelas Agus dalam diskusi media yang digelar Eka Hospital di Jakarta, Selasa (13/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, pada kondisi ginjal bawaan tertentu, penurunan fungsi ginjal bisa terjadi dalam jangka panjang, umumnya setelah 20-25 tahun. Sementara itu, pada orang yang menjalani pengangkatan ginjal saat dewasa, masalah kesehatan biasanya tidak muncul pada tahun-tahun awal pascaoperasi.

Risiko hidup dengan satu ginjal

Meski tidak memengaruhi usia harapan hidup, orang dengan satu ginjal tetap perlu lebih waspada. Ginjal tunggal cenderung bekerja lebih berat, sehingga lebih rentan mengalami gangguan, terutama bila gaya hidup tidak dijaga dengan baik.

Beberapa risiko kesehatan yang dapat muncul antara lain:

• Hipertensi, karena ginjal berperan dalam mengatur tekanan darah.

• Proteinuria (albuminuria), yaitu kondisi kelebihan protein dalam urine.

• Penurunan laju filtrasi glomerulus (GFR) yang menandakan turunnya fungsi penyaringan ginjal.

"Karena itu, pemantauan kesehatan secara berkala menjadi kunci penting bagi siapa pun yang hidup dengan satu ginjal," katanya.

Apa yang harus dilakukan jika hanya punya satu ginjal?

Agar tetap sehat dan terhindar dari komplikasi, berikut sejumlah langkah yang disarankan jika Anda hidup hanya dengan satu ginjal:

1. Rutin melakukan pemeriksaan

Orang dengan satu ginjal dianjurkan menjalani pemeriksaan setidaknya setahun sekali. Pemeriksaan meliputi tes darah dan urine, pengecekan tekanan darah, serta pemeriksaan khusus seperti:

• uji albuminuria,

• pengukuran tekanan darah,

• pemeriksaan laju filtrasi glomerulus (GFR).

Pemeriksaan ini penting untuk mendeteksi dini penurunan fungsi ginjal.

2. Terapkan pola makan sehat

Tidak ada diet khusus bagi pemilik ginjal tunggal. Namun, menjaga pola makan tetap penting, terutama jika fungsi ginjal mulai menurun. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

• membatasi asupan garam dan natrium,

• mengurangi konsumsi makanan tinggi protein, serta

• menghindari minuman beralkohol.

"Konsultasi dengan ahli gizi sangat dianjurkan agar kebutuhan nutrisi tetap seimbang sesuai kondisi tubuh," katanya.

3. Hindari olahraga berat dan berisiko

Olahraga tetap dianjurkan, tetapi orang dengan satu ginjal perlu ekstra hati-hati. Aktivitas yang berisiko benturan keras sebaiknya dihindari, seperti tinju, hoki, sepak bola, bela diri, dan gulat.

Penggunaan pelindung, seperti rompi empuk, dapat membantu mengurangi risiko cedera. Namun, konsultasi dengan dokter spesialis urologi tetap diperlukan sebelum memilih jenis olahraga tertentu.

4. Penuhi kebutuhan cairan tubuh

Minum air putih yang cukup membantu meringankan kerja ginjal dan melancarkan produksi urine. Secara umum, konsumsi sekitar dua liter atau delapan gelas air per hari dianjurkan.

Namun, kebutuhan cairan bisa berbeda pada orang dengan gangguan fungsi ginjal. Karena itu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui jumlah cairan yang tepat.

5. Berhenti merokok

Merokok dapat merusak pembuluh darah dan mengganggu aliran darah ke ginjal. Pada orang dengan ginjal tunggal, kondisi ini bisa berdampak lebih serius karena ginjal tidak mendapatkan suplai darah optimal.

Menghentikan kebiasaan merokok menjadi langkah penting untuk menjaga fungsi ginjal tetap optimal dalam jangka panjang.

"Hidup dengan satu ginjal bukanlah penghalang untuk menjalani hidup sehat dan aktif. Dengan gaya hidup yang tepat, pemantauan rutin, serta kehati-hatian dalam beraktivitas, ginjal tunggal tetap dapat bekerja optimal dan mendukung kualitas hidup yang baik," tutup Agus.

(tis/tis)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |