CNN Indonesia
Senin, 16 Feb 2026 16:00 WIB
Ilustrasi. Ada satu kursi di samping jendela yang perlu dihindari ketika naik pesawat karena bisa memberikan ketidaknyamanan selama penerbangan. (iStockphoto/PRImageFactory)
Jakarta, CNN Indonesia --
Memilih kursi atau seat penerbangan ibarat sebuah penentuan, apakah perjalanan kamu akan berlangsung nyaman atau justru sebaliknya. Khusus di pesawat kelas ekonomi, kursi yang dekat jendela adalah yang paling diincar oleh banyak orang.
Tak bisa disangkal bahwa kursi di samping jendela memberikan banyak keuntungan. Mulai dari menyuguhkan pemandangan yang indah, sampai posisi yang aman tanpa perlu khawatir terganggu oleh penumpang lain yang keluar-masuk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa pelancong bahkan rela membayar lebih untuk bisa duduk di kursi yang di samping jendela ketika naik pesawat. Meskipun banyak yang mengincar, ternyata tak semua kursi di samping jendela itu memberikan kenyamanan.
Ada satu kursi di samping jendela yang perlu dihindari ketika naik pesawat. Ini diungkapkan oleh Co-Director of Cheap Deals Away, Dawn Morwood.
Ia memperingatkan agar pelancong tidak terkecoh dengan pilihan kursi yang terlihat sempurna ini, padahal aslinya bisa memberikan ketidaknyamanan selama penerbangan.
Dawn telah berpengalaman membantu para wisatawan merencanakan liburan. Dengan bekalnya itu, ia memiliki beberapa pengetahuan yang bisa dibagikan untuk membuat penerbangan pelancong jadi lebih nyaman.
Dawn mengungkapkan bahwa ada satu kursi yang perlu dihindari ketika naik pesawat, meskipun posisinya tepat di samping jendela. Kursi ini adalah kursi di samping jendela yang berada di baris terakhir.
"Orang-orang sering berpikir kursi jendela baris terakhir akan lebih damai, tetapi sebenarnya itu membuat penerbangan terasa sangat menyedihkan," ujar Dawn, dilansir dari Express.
Masalah terbesar yang menanti penumpang ketika duduk di kursi ini adalah terganggu dengan lalu lintas penumpang lain. Penumpang yang mengantre ke toilet akan berdiri di sekitar sana. Mau tak mau kamu perlu melihat pemandangan yang padat itu.
"Anda akan menghadapi penumpang lain yang mengantre untuk ke toilet, tepat di samping Anda. Selain itu, pramugari yang bertugas akan bolak-balik dengan troli. Orang-orang juga akan meregangkan kaki mereka di lorong tanpa henti," jelasnya.
Masih ada lagi hal yang membuat tak nyaman jika duduk di sana, yaitu kursi-kursi ini biasanya tidak dapat dimiringkan (recline) soalnya berada di paling belakang.
Konsekuensinya, penumpang kursi ini harus pasrah duduk tegak selama berjam-jam. Badan pun pasti terasa pegal ketika turun dari pesawat.
"Pada penerbangan 10 jam ke Asia atau perjalanan delapan jam ke Amerika Serikat, posisi tegak itu menjadi siksaan bagi punggung Anda. Hampir tidak mungkin bisa tidur dengan layak," ungkap Dawn.
Ruangan juga terasa lebih menyiksa ketika duduk di kursi paling belakang. Zona ini adalah yang paling bising dan paling terang karena dekat dengan dapur.
Sementara lampu dapur biasanya terus menyala karena pramugari perlu menyiapkan makanan dan minuman. Ini membuat penumpang lebih sulit mendapatkan istirahat yang nyaman.
"Tingkat kebisingan di belakang sana luar biasa. Peralatan dapur yang berisik, kru mengobrol selama istirahat, dan suara flush toilet tanpa henti. Ini seperti mencoba tidur di sebelah jalan raya (berisik)," tambahnya.
Terakhir, Dawn menyoroti bahwa posisi kursi yang dekat dengan toilet ini membuat penumpang mau tak mau menghirup bau yang tak sedap selama penerbangan.
Bayangkan jika penerbangan itu berdurasi panjang, kamu perlu berdamai dengan sejumlah masalah tersebut untuk waktu yang lama karena duduk di kursi baris paling belakang, meskipun itu di sebelah jendela.
(ana/fef)


















































