CNN Indonesia
Sabtu, 02 Mei 2026 15:00 WIB
Hotel Burj al-Arab di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), tutup sementara selama setahun. (Tangkapan layar facebook Inside Burj Al Arab)
Jakarta, CNN Indonesia --
Setiap cakrawala kota memiliki tengara atau landmark yang mendefinisikannya. Meskipun bukan gedung tertinggi di Dubai, Burj Al Arab tak diragukan lagi merupakan struktur paling ikonik di kota tersebut.
Setelah beroperasi tanpa henti sejak dibuka pertama kali pada tahun 1999, hotel mewah yang berdiri di pulau buatan ini baru saja mengumumkan penutupan sementara.
Melansir Time Out, Burj Al Arab dijadwalkan tidak akan menerima tamu untuk sementara, setidaknya hingga akhir tahun 2027 mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penutupan ini terjadi setelah insiden pada akhir Februari lalu, di mana sebuah drone yang berhasil dicegat menghantam bagian depan gedung, merusak fasad, dan memicu kebakaran kecil di Burj Al Arab.
Namun, pihak manajemen menegaskan bahwa proyek renovasi besar-besaran ini sudah direncanakan jauh sebelum insiden tersebut terjadi.
Apa saja yang akan berubah? Kabar baik bagi penggemar ikon hotel ini: akuarium raksasanya yang terkenal akan tetap dipertahankan. Namun, perubahan besar akan terjadi pada kamar, fasilitas, dan desain interior.
Seluruh 198 Kamar Suite akan mendapatkan pembaruan total. Standar kemewahan fasilitas spa juga akan ditingkatkan.
Mengalami peningkatan standar kemewahan. Proyek ini dipimpin oleh arsitek interior ternama asal Prancis, Tristan Auer, yang sebelumnya sukses mendesain kereta mewah Royal Scotsman Belmond.
Dalam pernyataan di situs resminya, pihak hotel Burj Al Arab bertujuan untuk "menyegarkan dan meningkatkan dekorasi ikonik hotel tanpa menghilangkan karakter khasnya yang unik."
Hingga saat ini, tamu Burj Al Arab dimanjakan dengan layanan pelayan pribadi (butler) 24/7, akses ke teras seluas 10.000 meter persegi, serta kolam renang infinity khusus dewasa. Tak ketinggalan, restoran pemegang bintang Michelin, Al Muntaha, juga menjadi magnet utama.
Kemewahan ini tentu tidak murah; tarif menginap saat ini dimulai dari sekitar 1.000 pound sterling (sekitar Rp20 juta) per malam.
Mengapa Disebut Hotel 'Bintang Tujuh'?
Meskipun secara resmi sistem peringkat hotel hanya sampai bintang lima, Burj Al Arab telah lama dianggap sebagai satu-satunya hotel "bintang tujuh" di dunia.
Apakah peringkat ini resmi? Faktanya tidak. Istilah ini kabarnya diciptakan oleh seorang jurnalis Inggris pada tahun 1999 yang mengunjungi hotel tersebut sebelum pembukaan resminya.
Ia mendeskripsikan pengalaman menginap di sana sebagai sesuatu yang "melampaui apa pun yang pernah ia lihat sebelumnya."
(wiw)
Add
as a preferred source on Google


















































