CNN Indonesia
Sabtu, 21 Mar 2026 07:16 WIB
Ilustrasi. Ketahui bagaimana penulisan halal bihalal yang benar menurut KBBI, termasuk artinya dalam bahasa Arab. (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --
Penulisan halal bihalal yang benar sering menjadi pertanyaan banyak orang, terutama saat membuat undangan atau pengumuman acara setelah Idulfitri. Banyak orang masih ragu apakah seharusnya ditulis halal bihalal, halal bi halal, atau justru digabung.
Oleh karena itu, memahami penulisan halal bihalal yang benar penting untuk dilakukan agar penggunaan istilah ini sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang berlaku. Terlebih, istilah ini sering digunakan dalam berbagai acara resmi, seperti kegiatan kantor, sekolah, hingga organisasi masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan mengetahui penulisan halal bihalal yang benar, kita dapat menggunakan istilah tersebut secara tepat dalam tulisan formal. Selain itu, istilah ini juga memiliki makna budaya dan religius yang sangat kuat di masyarakat Indonesia.
Tradisi ini tidak hanya sekadar acara kumpul-kumpul setelah Lebaran. Halalbihalal juga menjadi simbol rekonsiliasi dan mempererat hubungan antarsesama.
Tradisi halalbihalal di Indonesia
Halalbihalal merupakan tradisi khas masyarakat Indonesia yang biasanya diadakan setelah Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturahmi antara keluarga, sahabat, ataupun rekan kerja.
Dalam suasana yang penuh kehangatan, halalbihalal menjadi kesempatan untuk saling bermaaf-maafan, berbagi cerita, serta mengenang berbagai pengalaman yang telah dilalui bersama.
Tidak jarang acara ini juga diisi dengan kegiatan makan bersama, doa bersama, hingga tausiah singkat.
Tradisi ini sering diselenggarakan di berbagai tempat, seperti rumah, aula, kantor, hingga masjid. Dengan demikian, halalbihalal tidak hanya menjadi acara sosial, tetapi juga sarana untuk memperkuat nilai kebersamaan dan keharmonisan dalam masyarakat.
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), penulisan halal bihalal yang benar adalah halalbihalal, yaitu ditulis serangkai tanpa spasi.
Penulisan ini mengikuti aturan dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) yang menyatakan bahwa gabungan kata yang sudah padu dan memiliki makna khusus harus ditulis dalam satu kata.
Karena istilah ini telah memiliki arti tersendiri dalam konteks budaya Indonesia, maka bentuk yang benar adalah halalbihalal.
Adapun beberapa bentuk lain seperti berikut dianggap tidak baku dalam penulisan formal:
- halal bihalal
- halal bi halal
Meskipun bentuk-bentuk tersebut sering digunakan dalam percakapan sehari-hari atau pada desain acara, secara tata bahasa bentuk yang dianjurkan tetap halalbihalal.
Dalam KBBI, halalbihalal diartikan sebagai kegiatan saling memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan yang biasanya dilakukan dalam suatu pertemuan atau acara khusus.
Arti halalbihalal dalam bahasa Arab
Secara etimologis, istilah halalbihalal memiliki akar dari kata "halal" dalam bahasa Arab. Kata ini memiliki beberapa makna yang berkaitan dengan penyelesaian masalah dan pemurnian hubungan.
Beberapa makna tersebut antara lain:
- حَلَّ الحَبْلَ (halla al-habl) yang berarti mengurai benang kusut
- حَلَّ الماءَ (halla al-maa) yang berarti menjernihkan air
- حَلَّ الشَّيْءَ (halla as-syai') yang berarti menjadikan sesuatu halal
Makna-makna tersebut menggambarkan filosofi halalbihalal sebagai upaya untuk menyelesaikan kesalahpahaman, menghilangkan kebencian, serta memperbaiki hubungan yang sempat renggang.
Dalam konteks sosial dan keagamaan, halalbihalal menjadi sarana penting untuk membangun kembali hubungan yang harmonis melalui sikap saling memaafkan.
Makna halalbihalal dalam kehidupan sosial
Tradisi halalbihalal tidak hanya menjadi kegiatan seremonial setelah Lebaran. Lebih dari itu, kegiatan ini mencerminkan nilai-nilai penting dalam ajaran Islam, seperti memaafkan, menjaga silaturahmi, serta membersihkan hati dari rasa dendam.
Melalui tradisi ini, masyarakat diajak untuk membuka lembaran baru setelah bulan Ramadhan. Halalbihalal juga menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan dan menciptakan suasana kebersamaan yang lebih harmonis di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Dengan memahami penulisan halal bihalal yang benar, kita tidak hanya menggunakan istilah tersebut secara tepat, tetapi juga ikut melestarikan tradisi yang sarat makna dalam budaya Indonesia.
(gas/rti)
Add
as a preferred source on Google


















































