Iran-AS Lanjut Negosiasi Nuklir di Jenewa Pekan Ini

2 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Iran dan Amerika Serikat (AS) bakal menggelar putaran ketiga negosiasi nuklir di Jenewa, Swiss, pada Kamis (26/2) mendatang.

Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi menyampaikan kedua negara dijadwalkan bertemu secara tak langsung untuk membahas program nuklir Iran di tengah meningkatnya ketegangan.

"Dengan senang hati saya konfirmasi bahwa negosiasi AS-Iran dijadwalkan berlangsung di Jenewa pada Kamis ini," kata Albusaidi di media sosial, Minggu (22/2), seperti dikutip Reuters.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengumuman ini disampaikan Albusaidi saat kekhawatiran akan pecahnya konflik militer AS-Iran meningkat belakangan ini.

AS telah mengumpulkan aset-aset militernya di Timur Tengah, di mana kapal-kapal dan jet tempur Washington sudah bersiaga meluncurkan serangan ke Iran kapan saja.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Minggu menyatakan Teheran siap untuk "skenario potensial apa pun", sambil menekankan bahwa negosiasi kedua negara telah "menghasilkan sinyal yang menggembirakan".

Reuters sebelumnya melaporkan Iran menawarkan konsesi baru terkait program nuklirnya, yakni bersedia mengurangi pengayaan uranium asal AS mencabut sanksi ekonomi terhadap mereka dan mengakui hak Iran untuk melakukan "pengayaan nuklir secara damai".

Iran juga akan mempertimbangkan untuk mengirim setengah dari uraniumnya yang sudah diperkaya ke luar negeri.

AS menuntut Iran untuk menghentikan semua program nuklirnya. Washington juga berupaya menyetop program rudal balistik Iran, yang ditentang keras oleh Teheran.

Menurut pejabat senior Iran, AS dan Iran hingga kini masih memiliki perbedaan pendapat yang signifikan.

Presiden AS Donald Trump sudah memperingatkan jika Teheran tidak segera membuat kesepakatan, ia akan meluncurkan serangan lebih parah dari sebelumnya.

Ancaman tersebut dilontarkan bersamaan dengan pengerahan kapal induk baru ke Timur Tengah, yakni USS Gerald R Ford. Kapal induk terbesar di dunia itu akan bergabung dengan USS Abraham Lincoln yang sudah mangkal di Timur Tengah sejak Januari lalu.

(blq/dna)

Read Entire Article
| | | |