Jakarta, CNN Indonesia --
PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menutup 80 perlintasan sebidang yang tak ada penjagaan. Jumlah ini akan bertambah lagi ke depannya.
Penutupan ini berdasarkan rekomendasi Kementerian Perhubungan setelah melakukan evaluasi pasca insiden kecelakaan maut yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4), yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek.
"Per hari kemarin dari 172 (rekomendasi Kemenhub), alhamdulillah telah kami tutup 80 perlintasan sebidang," kata Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin dalam Rapat Komisi V DPR RI, Kamis (21/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, KAI juga telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah (pemda) agar bisa meningkatkan prasarana di perlintasan sebidang di wilayah mereka demi keselamatan. Ini adalah tanggapan cepat sembari melakukan perbaikan besar-besaran ke depannya.
"Kami telah berkoordinasi juga dengan pemerintah kota dan kabupaten dan provinsi juga untuk melakukan peningkatan atau pemasangan dari palang pintu yang ada di 1.638 perlintasan sebidang ini sebagai tanggap atau respon perbaikan dalam waktu yang secepat-cepatnya," katanya.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebutkan telah melakukan evaluasi terhadap lintasan sebidang. Hasilnya, 172 lokasi yang direkomendasikan untuk ditutup. Penyebabnya, karena lebar jalan kurang dari 2 meter.
Kemudian, 1.638 lokasi perlintasan sebidang yang direkomendasikan tetap difungsikan, namun perlu dilakukan peningkatan keselamatan.
"Peningkatan tersebut meliputi penyediaan petugas penjaga, bangunan posjaga, fasilitas pendukung dan alat komunikasi, serta perlengkapan keselamatan lainnya," papar Dudy.
(ldy/ins)
Add
as a preferred source on Google


















































