Jakarta, CNN Indonesia --
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, menyampaikan ucapan terima kasih kepada rakyat Iran dan Irak atas partisipasi besar mereka dalam prosesi pemakaman mendiang sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei, pada pekan lalu.
Pesan tersebut disampaikan oleh kakak tertua Mojtaba Khamenei, Hojjatoleslam Seyyed Mostafa Khamenei, dalam sebuah upacara peringatan di Teheran pada Selasa (14/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pidatonya, Hojjatoleslam Khamenei menyampaikan belasungkawa kepada umat Islam, rakyat Iran, serta Imam Mahdi (AJ). Ia menggambarkan kepergian sang pemimpin sebagai tragedi besar yang menuntut kesabaran dari seluruh pihak.
Mengutip ayat Al-Quran, Hojjatoleslam mengatakan "sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar". Ia mengatakan kesabaran berarti mampu menghadapi musibah sambil tetap teguh melanjutkan perjuangan di "jalan yang lurus" hingga tujuan akhir tercapai.
Ia menegaskan bahwa kesabaran "sama sekali tidak bertentangan dengan pembalasan maupun menghadapi para pelaku kejahatan di dunia yang terlibat dalam kejahatan besar tersebut."
Ribuan warga Teheran memadati Masjid Mosalla untuk menghadiri upacara peringatan bagi mendiang Ali Khamenei tersebut.
Acara ini dipimpin langsung oleh Mojtaba Khamenei, meski dirinya lagi-lagi tak menunjukan diri secara langsung di depan publik.
Sejumlah pejabat tinggi pemerintahan dan militer, termasuk Presiden Masoud Pezeshkian, serta para duta besar dan diplomat asing, turut menghadiri upacara tersebut.
Tiga putra Ayatollah Khamenei lainnya juga hadir secara langsung.
Upacara ini digelar lima hari setelah mendiang dimakamkan di Kompleks Makam Imam Reza di kota kelahirannya, Mashhad, di timur laut Iran.
Prosesi pemakaman tersebut berlangsung setelah lima hari rangkaian penghormatan publik di Teheran, Kota Qom, serta di Irak. Jutaan orang memberikan penghormatan terakhir kepada Ayatollah Khamenei, ulama terkemuka yang selama ini menjadi salah satu marja' taklid (sumber rujukan keagamaan) bagi umat Islam di berbagai belahan dunia.
Ayatollah Ali Khamenei tewas bersama empat anggota keluarganya dan sejumlah pejabat tinggi militer Iran dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Serangan AS-Israel itu menargetkan kantornya di pusat Kota Teheran.
Kematian Khamenei memicu gelombang kecaman luas di dalam maupun luar negeri serta mendorong Iran melancarkan operasi militer balasan berskala besar terhadap berbagai target milik Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah. Perang AS-Iran pun akhirnya meluas dan menyeret negara-negara Arab di kawasan terutama yang menampung pangkalan militer AS.
Mendiang Ayatollah Ali Khamenei menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran sejak Juni 1989, setelah pendiri Revolusi Islam Iran, Ayatollah Seyyed Ruhollah Khomeini, wafat.
(rds)
Add
as a preferred source on Google


















































