Kebakaran Hebat Taman Nasional Tambora, Bagaimana Aktivitas Pendakian?

1 hour ago 4

CNN Indonesia

Senin, 21 Sep 2026 18:45 WIB

Kebakaran Hebat Taman Nasional Tambora, Bagaimana Aktivitas Pendakian? Taman Nasional Tambora di Nusa Tenggara Barat. (Jialiang Gao/wikimedia commons)

Jakarta, CNN Indonesia --

Kebakaran di kawasan Taman Nasional Tambora (TNT) di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) sepanjang tahun 2026 menghanguskan setidaknya 14 ribu hektare lahan gambut.

Pengelola Taman Nasional Tambora sejauh ini masih belum mengetahui siapa dalang di balik kebakaran hebat yang melanda kawasan tersebut.

"Untuk areal yang terbakar sampai dengan saat ini sekitar 14 ribu hektar lebih dengan titik kejadian 125 kali," ujar Kepala Balai TN Tambora Abdul Azis Bakry, seperti dikutip Detik, Senin (21/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petugas setempat mensinyalir kebakaran lahan di TNT disebabkan adanya aktivitas ilegal yang dilakukan pemburu rusa timor, pencari madu, dan pemandu wisata. Dugaan itu berdasarkan peristiwa kebakaran lahan yang terjadi beberapa kali.

Tapi, dugaan tersebut belum bisa dibuktikan petugas Balai kendati dalam upaya pemadaman kebakaran TNT mereka bekerja sama dengan petugas polisi, TNI, dan warga sekitar kawasan.

Abdul Azis membeberkan, ketika peristiwa kebakaran, petugas tidak menemukan adanya aktivitas manusia sehingga tak dapat memperkuat dugaan mereka mengenai penyebab pasti kebakaran TNT.

Lewat patroli gabungan pencegahan kebakaran di sejumlah titik seperti di wilayah SPTN Wilayah I Kore dan SPTN Wilayah II Pekat, ada upaya pembuktian yang dilakukan, sayangnya sampai sekarang belum ditemukan pelaku pembakaran baik hasil dari patroli maupun hasil penyelidikan.

"TN Tambora open akses, pada saat terjadi kebakaran tidak ditemukan adanya aktivitas manusia di sekitar lokasi sehingga tidak dapat memastikan pelaku yang melakukan pembakaran," katanya.

Dia menuturkan, kebakaran lahan di Taman Nasional Tambora, berdasarkan ground check lapangan usai kebakaran terjadi di padang Savana yang didominasi semak belukar dan ilalang yang kering akibat musim kemarau.

[Gambas:Instagram]

"Kekayaan yang alam yang hilang berupa vegetasi savana dan semak belukar, sedangkan jenis yang lain dan satwa tidak ditemukan," tutur dia.

Kegiatan pendakian di Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat (NTB), ditutup sementara sejak 1 September 2026. Langkah penutupan ini diambil Balai Taman Nasional (TN) Tambora setelah ada peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada puncak musim kemarau.

(dsd/wiw)

Read Entire Article
| | | |