Jakarta, CNN Indonesia --
Komitmen Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) dalam mencetak generasi muda yang peduli lingkungan diwujudkan melalui Program Kenali Lingkungan Bareng Anak Muda (KELANA) Episode 4 di Bandung, Jawa Barat pada Selasa (1/9/), di tengah momentum Hari Danau Dunia 2026.
Berkolaborasi dengan PLN Indonesia Power, KLH/BPLH memboyong 11 peserta terpilih tingkat sekolah menengah atas (SMA) dari seluruh penjuru Nusantara bersama Puteri Indonesia Lingkungan 2026, Victoria Titiasari Kosasieputri, untuk melihat dari dekat praktik pelestarian sumber daya air, pengelolaan lingkungan, serta transisi energi bersih.
Kunjungan perdana dipusatkan di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bengkok. Sebagai instalasi peninggalan bersejarah yang telah memasok tenaga listrik sejak tahun 1923, fasilitas ini memanfaatkan aliran Sungai Cikapundung sebagai sumber utamanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu, para peserta disuguhkan pengalaman edukatif yang mengubah teori di ruang kelas menjadi realitas visual yang memukau.
Tim Leader PLTA Bengkok, Hamzah Wildan Muharam, menyambut hangat inisiatif strategis KLH/BPLH. Pihaknya memaparkan bagaimana korporasi menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar wilayah operasional yang membentang lebih dari seabad tersebut.
"Untuk pengelolaan lingkungan yang kami laksanakan di PLTA Bengkok, khususnya untuk air yang kita ambil dari Sungai Cikapundung, kami melaksanakan pembersihan sampah untuk airnya sebelum digunakan nanti untuk pembangkitan listrik. Nanti sampah yang diambil kami distribusikan ke TPS-TPS setempat," tutur Hamzah.
Selain menjaga kebersihan daerah aliran sungai, PLTA Bengkok juga aktif menjalankan program keberlanjutan perusahaan seperti penanaman pohon secara berkala.
Hamzah menilai, penyelenggaraan KELANA ini merupakan langkah visioner dari KLH/BPLH yang sangat bermanfaat bagi masa depan para pelajar, baik untuk memperluas wawasan ekologis maupun memperkaya portofolio akademik.
"Program yang bagus dari KLH, karena dapat menambah wawasan teman-teman kita semua, terutama ini masih di jenjang SMA dan bisa menjadi tambahan portofolio bagi teman-teman semua untuk nanti bisa membantu menentukan arah teman-teman depannya seperti apa, terutama ketika melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi," papar Hamzah.
Senada, Puteri Indonesia Lingkungan 2026, Victoria Titiasari Kosasieputri mengapresiasi langkah konkret KLH/BPLH dalam membuka wawasan generasi muda, mengingat ada beberapa peserta yang baru pertama kali menginjakkan kaki di luar daerah asal mereka.
"Hari pertama, kami berkunjung ke pembangkit listrik tenaga air di Bandung, Jawa Barat, dan tentunya penuh dengan keseruan, karena kami juga bisa melihat alat-alat yang sebenarnya kita lihatnya di textbook, tapi sekarang kita lihat turbinnya langsung, generatornya langsung, dan juga dengan anak-anak SMA dari seluruh Indonesia kali ini," ungkap Victoria.
Sementara bagi para peserta KELANA, kunjungan ini menuntaskan berbagai pertanyaan mengenai proses konversi energi alam. Perwakilan SMAN 2 Purworejo, Najwa Aisyah Raihanah, mengungkapkan kekagumannya bisa belajar langsung proses penyaluran energi ramah lingkungan.
"Jujur, overall ini seru banget karena aku di sini benar-benar belajar langsung gimana dari air bisa jadi listrik yang disalurkan ke rumah-rumah warga. Soalnya kan selama ini kayak aku tuh terbayang-bayang kalau misal ada bendungan, loh itu air kok bisa ya jadi listrik tiba-tiba di rumah orang? Nah akhirnya dari banyaknya pertanyaan itu sudah terjawab di sini," kata Najwa.
Melalui program KELANA Episode 4 ini, KLH/BPLH berharap para pelajar dapat memahami pentingnya konservasi air dan transisi energi, dan mampu bertumbuh menjadi agen perubahan guna mengawal masa depan Indonesia menuju pembangunan berkelanjutan yang hijau dan berkeadilan.
(rea/rir)


















































