Kenapa Pilot Sering Mengatakan 'Cross Check'?

1 hour ago 4

CNN Indonesia

Sabtu, 29 Agu 2026 15:30 WIB

Ilustrasi Mengendarai Pesawat Ilustrasi. Pilot kerap mengucapkan kode 'cross check' saat pesawat mendarat atau lepas landas. (Unsplash/Pixabay)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Istilah 'cross check' kerap terdengar dalam penerbangan, terutama menjelang pesawat lepas landas atau setelah mendarat.

Perintah itu merupakan bagian dari prosedur keselamatan untuk memastikan pintu pesawat dan sistem peluncur darurat (emergency slide) berada pada posisi yang benar. Lantas, kenapa pilot mengatakan cross check dan apa sebenarnya yang dilakukan awak kabin?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir dari Simple Flying, secara sederhana, cross check berarti pemeriksaan silang. Setelah mengatur pintu di posisi armed atau disarmed, awak kabin akan memeriksa pintu di sisi lain untuk memastikan prosedurnya sudah dilakukan dengan benar.

Pemeriksaan ini menjadi lapisan verifikasi tambahan sehingga kesalahan satu orang dapat diketahui sebelum pesawat melanjutkan tahapan penerbangan berikutnya.

Kenapa pilot mengatakan cross check?

Perintah cross check berkaitan erat dengan keselamatan saat evakuasi darurat. Ketika pesawat akan berangkat, awak kabin menerima instruksi untuk mengatur pintu ke posisi armed dan melakukan pemeriksaan silang.

Dalam kondisi armed, pintu terhubung dengan sistem emergency slide. Jika pintu dibuka dalam kondisi tersebut, peluncur darurat dapat mengembang secara otomatis sehingga penumpang dapat segera melakukan evakuasi.

Sebaliknya, setelah pesawat mendarat dan berada di area parkir, awak kabin akan mendapatkan perintah untuk 'disarm doors and cross-check'. Pintu dikembalikan ke posisi disarmed agar dapat dibuka secara normal tanpa memicu pengembangan emergency slide.

Apa yang dilakukan awak kabin saat cross check?

Proses pemeriksaan silang dilakukan setelah masing-masing awak kabin mengatur pintu sesuai instruksi. Mereka kemudian memeriksa pintu lain untuk memastikan indikator menunjukkan posisi yang tepat.

Beberapa hal yang diperhatikan antara lain:
- Posisi pintu, apakah sudah armed atau disarmed
- Indikator visual, yang berbeda tergantung jenis dan konfigurasi pesawat
- Kondisi sistem peluncur darurat, untuk memastikan dapat berfungsi ketika dibutuhkan
- Konfirmasi antarkru, sehingga tidak hanya mengandalkan pemeriksaan satu orang

Setelah seluruh pemeriksaan selesai, awak kabin melaporkan posisi pintunya kepada awak kabin senior. Selanjutnya, awak kabin senior menyampaikan bahwa seluruh pintu telah armed/disarmed dan cross-checked kepada pilot.

Mengapa pemeriksaan silang sangat penting?

Pemeriksaan silang dibuat untuk mengurangi kemungkinan kesalahan manusia dalam prosedur keselamatan. Satu awak kabin tidak hanya memeriksa pekerjaannya sendiri, tetapi juga melakukan verifikasi terhadap pintu yang menjadi tanggung jawab kru lainnya.

Prosedur ini sangat penting karena kondisi pintu yang salah dapat menimbulkan risiko dalam dua situasi berbeda. Jika pintu belum armed ketika keadaan darurat membutuhkan evakuasi, emergency slide mungkin tidak langsung mengembang secara otomatis.

Sebaliknya, jika pintu masih armed ketika akan dibuka di bandara, peluncur darurat dapat mengembang tanpa sengaja.

Menurut Airbus, pengembangan emergency slide secara tidak sengaja terjadi sekitar 30-40 kali setiap tahun pada pesawat Airbus di seluruh dunia. Selain membahayakan orang di sekitar pintu, kejadian tersebut juga dapat menyebabkan pesawat mengalami keterlambatan karena slide harus dilepas dan dikemas kembali.

Apa yang harus dilakukan penumpang?

Bagi penumpang, prosedur cross check tidak membutuhkan tindakan khusus. Namun, penumpang tetap perlu memahami bahwa prosedur tersebut merupakan bagian penting dari sistem keselamatan penerbangan.

Beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan adalah:

- Menyimak demonstrasi keselamatan sebelum pesawat berangkat.
- Mengetahui lokasi pintu darurat terdekat.
- Mengingat jumlah baris kursi menuju pintu darurat.
- Mengikuti seluruh instruksi awak kabin saat terjadi keadaan darurat.
- Tidak membawa barang bawaan ketika melakukan evakuasi.

Dengan demikian, kenapa pilot mengatakan cross check bukan sekadar karena istilah tersebut merupakan bagian dari komunikasi penerbangan. Perintah ini memastikan prosedur pintu telah dilakukan dan diperiksa kembali oleh kru lain sehingga sistem evakuasi dapat bekerja sebagaimana mestinya ketika benar-benar dibutuhkan.

(gas/asr)

Read Entire Article
| | | |