Jakarta, CNN Indonesia --
Dari kegemaran akan jam tangan dan kepedulian terhadap lingkungan, Justisia Dewi mengembangkan Ma.ja Watch Indonesia dengan identitas budaya yang kuat. Perjalanan Ma.ja Watch jadi makin terarah setelah bergabung sebagai UMKM binaan Rumah BUMN BRI.
Usaha jam tangan ini disebut Justisia bermula dari gagasan menciptakan jam tangan berbahan kayu dan material ramah lingkungan lainnya, seperti limbah sumpit, yang memiliki cerita dan makna budaya. Ma.ja Watch pun konsisten memadukan desain modern, kriya tradisional, dan nilai keberlanjutan dalam setiap produk.
"Jam tangan bagi saya bukan sekadar penunjuk waktu, tetapi bagian dari identitas pemakainya. Karena itu, Ma.ja Watch dirancang dengan cerita, nilai, dan sentuhan budaya Indonesia," ujar Justisia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam prosesnya, Ma.ja Watch melibatkan perajin lokal dari berbagai daerah, khususnya Tangerang Selatan dan Yogyakarta, dengan manajemen dan pengembangan brand yang berpusat di Cinere. Saat ini, Ma.ja Watch memiliki lokasi usaha di Depok, dan telah hadir di sejumlah gerai ritel ternama seperti Alun-Alun Grand Indonesia dan Metro Margocity Depok.
Setiap koleksi Ma.ja Watch dirancang dengan mengangkat nilai budaya dan kearifan lokal. Inspirasi tersebut tercermin dalam berbagai seri, mulai dari Srikandi yang terinspirasi dari pewayangan, hingga koleksi bertema alam dan daerah Indonesia seperti Bajo, Arjuna Srikandi, dan Kupu Sayap Renda. Nilai kesabaran, ketelitian, serta keunikan kriya buatan tangan menjadi ruh utama yang melekat pada setiap produk.
Namun, perjalanan Ma.ja Watch tidak lepas dari tantangan. Di awal usaha, edukasi pasar menjadi salah satu tantangan terbesar, mengingat jam tangan kayu masih tergolong produk yang belum umum di Indonesia. Selain itu, menjaga konsistensi kualitas produksi kriya juga memerlukan perhatian khusus.
Untuk bertahan dan terus berkembang, Ma.ja Watch berfokus pada kualitas produk, penguatan storytelling, serta kolaborasi dengan perajin lokal. Inovasi desain dan pemanfaatan kanal digital turut menjadi strategi utama dalam memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan pemahaman konsumen terhadap produk jam tangan kayu.
Titik balik Ma.ja Watch dimulai setelah dikenal sebagai brand jam tangan kayu dengan identitas Indonesia yang kuat. Ma.ja Watch pun mendapatkan kepercayaan dari berbagai komunitas, institusi, serta ajang pameran.
Saat ini, Ma.ja Watch juga bermitra dengan Wonderful Indonesia sebagai bagian dari upaya meningkatkan brand awareness produk kriya lokal ke pasar yang lebih luas.
Produk Ma.ja Watch kini mencakup jam tangan pria, wanita, hingga anak-anak, dengan produk turunan seperti strap kulit dan aksesori. Desain minimalis dan koleksi tematik budaya serta alam Indonesia menjadi produk yang paling diminati pasar.
Sejak bergabung dengan Rumah BUMN BRI wilayah Jakarta pada 2023, Ma.ja Watch mencatatkan dampak signifikan. Berbagai program pelatihan UMKM, pendampingan bisnis, serta fasilitasi keikutsertaan dalam expo dan pameran menjadi bekal penting dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme usaha.
Kini, Ma.ja Watch telah merambah pasar internasional melalui kanal digital serta pesanan khusus. Brand ini juga berpartisipasi dalam sejumlah pameran internasional seperti Berlin Design Week, Handarty Korea, Style Bangkok, dan Global Sourcing Expo Australia.
Ke depan, Ma.ja Watch menargetkan ekspansi pasar yang lebih luas, penguatan brand sebagai produk kriya berkelanjutan, serta pengembangan koleksi baru yang terus mengangkat cerita daerah dan budaya Indonesia.
Justisia berharap, Rumah BUMN BRI dapat terus menjadi mitra strategis bagi UMKM, khususnya dalam membuka akses pasar dan pendampingan berkelanjutan agar UMKM Indonesia semakin siap bersaing di pasar global.
Di kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny menegaskan komitmen BRI dalam mendukung UMKM agar mampu tumbuh berkelanjutan dan berdaya saing global.
"BRI melalui Rumah BUMN terus mendorong UMKM untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas melalui penguatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar, dan pendampingan berkelanjutan. Kisah Ma.ja Watch menjadi contoh bagaimana UMKM lokal dengan identitas kuat dapat berkembang dan menembus pasar internasional," ujar Dhanny.
Kehadiran Rumah BUMN BRI melengkapi ekosistem pemberdayaan UMKM yang terintegrasi, mulai dari peningkatan kompetensi, penguatan branding, hingga fasilitasi business matching agar UMKM Indonesia mampu menjadi motor penggerak ekonomi nasional.
(rea/rir)















































