Kulkas Manusia Laku Keras Buat Lawan Gelombang Panas di Jepang

1 hour ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Gelombang panas ekstrem di Jepang mendorong munculnya berbagai cara baru untuk menjaga pekerja tetap aman, salah satunya penggunaan "kulkas manusia" yang bisa mendinginkan tubuh dalam hitungan menit.

Perangkat seukuran bilik telepon bernama Do Hiemon Box itu menggunakan semburan udara dingin untuk membantu pengguna menurunkan suhu tubuh setelah bekerja di tengah cuaca panas.

Produk tersebut baru diluncurkan tahun ini, tetapi langsung mendapat sambutan cukup besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Distributor perlengkapan industri Trusco Nakayama mengatakan telah menjual lebih dari 300 unit sejak April. Harga satu unit mencapai 1,5 juta yen atau sekitar Rp167 juta.

Pembelinya antara lain lokasi konstruksi, pabrik, dan gudang. Perusahaan juga melihat potensi penggunaan di lapangan golf hingga stadion baseball.

Salah satu pengguna, pekerja gudang Isao Tabuchi, mengaku sempat merasa pusing dan tidak enak badan setelah bersepeda menuju tempat kerja di tengah panas. Ia kemudian menggunakan Do Hiemon Box yang baru dibeli perusahaannya.

"Saya benar-benar bisa pulih berkat alat itu. Begitu menggunakannya, rasanya sangat, sangat dingin," kata Tabuchi, dikutip dari AFP, Selasa (25/8).

Penggunaan kulkas manusia muncul ketika Jepang menghadapi suhu musim panas yang semakin ekstrem.

Para ilmuwan menyebut perubahan iklim akibat aktivitas manusia meningkatkan frekuensi dan intensitas kejadian panas ekstrem di berbagai belahan dunia. Pada 2025, Jepang mencatat musim panas terpanas sepanjang sejarah pencatatan.

Tahun ini, badan cuaca Jepang bahkan mulai menggunakan istilah baru "kokushobi" atau "hari yang sangat kejam panasnya" ketika suhu mencapai 40 derajat Celsius. Masyarakat diminta memperlakukan kondisi panas ekstrem seperti bencana alam.

Di Tokyo, hampir 120 kematian terkait panas tercatat dalam periode satu bulan hingga pertengahan Agustus.

Sementara itu, hampir 63 ribu orang di seluruh Jepang membutuhkan penanganan darurat selama musim panas tahun ini.

Dampak dari panas ekstrem ini turut dirasakan dunia usaha. Survei Teikoku Databank pada Juli menemukan 50 persen perusahaan mengatakan panas ekstrem telah mengganggu operasional mereka.

Hampir 88 persen perusahaan juga mengaku meningkatkan upaya untuk membantu pekerja menghadapi cuaca panas.

Sejak tahun lalu, perusahaan Jepang menghadapi kewajiban hukum yang lebih ketat untuk melindungi pekerja yang bekerja dalam kondisi panas.

Misalnya, di lokasi konstruksi perusahaan harus menyediakan pakaian yang sesuai seperti jaket dengan kipas bawaan. Ruang istirahat berpendingin udara dan kanopi peneduh juga diwajibkan.

Tahun ini, pemerintah Tokyo bahkan mulai memperbolehkan pegawai birokrasi datang ke kantor menggunakan celana pendek. Kebijakan tersebut tergolong tidak biasa di Jepang yang masih kuat dengan budaya pakaian kerja formal.

Diklaim tak boros listrik

Produsen Do Hiemon Box mengatakan perangkat itu dapat digunakan melalui colokan listrik biasa. Unitnya juga dapat dipindahkan menggunakan roda dan disebut tidak mengonsumsi banyak daya.

Untuk mencegah penggunaan berlebihan, perangkat akan mati secara otomatis setelah 20 menit.

Yutaka Kono dari Konoe, perusahaan tempat Tabuchi bekerja, mengatakan investasi untuk menghadapi panas kini menjadi penting untuk mempertahankan tenaga kerja sekaligus menarik pekerja baru.

Perusahaan sebenarnya sudah menggunakan pendingin udara dan spot cooler. Namun, banyak area kerja tetap terbuka agar truk dan alat berat bisa keluar masuk.

"Saya benar-benar terkejut dengan konsep baru memasukkan orang ke semacam kulkas," kata Kono.

[Gambas:Video CNN]

Menurut dia, daya tarik utamanya adalah kemampuan alat itu mendinginkan tubuh pekerja dengan cepat.

Pekerja lain, Taichi Konishi, mengaku menggunakan perangkat tersebut sekitar tiga kali sehari.

Setelah memindahkan kotak berisi peralatan logam dan suku cadang, ia masuk ke dalam bilik untuk mendinginkan tubuh.

"Rasanya benar-benar enak," kata Konishi.

"Saya baru berada di dalam sekitar dua menit, tapi itu sudah cukup membuat semua keringat saya mengering," imbuhnya.

(lom)

placeholder

Read Entire Article
| | | |