Latar Belakang Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Berawal dari Sidang BPUPKI

3 hours ago 10

CNN Indonesia

Senin, 01 Jun 2026 06:15 WIB

Latar belakang sejarah peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni. Simak latar belakang sejarah peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

1 Juni merupakan salah satu tanggal yang bersejarah bagi masyarakat Indonesia. Pada 1 Juni inilah dasar negara Pancasila tercetus.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini latar belakang sejarah peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah menetapkan tanggal 1 Juni menjadi hari lahirnya Pancasila. Dasar hukum penetapan Hari Lahir Pancasila ini berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016 oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Berdasarkan Keppres No. 24 Tahun 2016 tersebut, selain menetapkan tanggal 1 Juni 1945 menjadi Hari Lahir Pancasila, juga menetapkan bahwa Hari Lahir Pancasila 1 Juni menjadi hari libur nasional di Indonesia.


Latar belakang Hari Lahir Pancasila 1 Juni

Latar belakang Hari Lahir Pancasila 1 Juni ini tak bisa dilepaskan dari sejarah tercetusnya Pancasila sebagai landasan ideologi negara Indonesia.

Peristiwa bersejarah yang akhirnya diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila ini terjadi pada tahun 1945 dalam rangka persiapan kemerdekaan Indonesia.


Sejarah awal

Sejarah awal lahirnya Pancasila dimulai dengan pembentukan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritsu Junbi Cosakai pada 29 April 1945.

BPUPKI yang dipimpin oleh KRT Dr Radjiman Wedyodiningrat ini dibentuk dengan misi mempersiapkan hal-hal penting terkait persiapan kemerdekaan Indonesia, termasuk urusan ekonomi, politik dan tata pemerintahan.

Sidang pertama BPUPKI diadakan pada 29 Mei - 1 Juni 1945. Dalam sidang perdana BPUPKI ini, sejumlah tokoh penting seperti Ir. Soekarno, Mohammad Yamin, dan Soepomo mulai menyampaikan gagasannya berkaitan dengan perumusan asas dasar negara.

Pada 29 Mei 1945, dalam pidatonya Mohammad Yamin merumuskan lima sila asas dasar negara. Kelima butir asas dasar negara usulan Muhammad Yamin itu adalah Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat.

Soepomo, ia memberikan usulan "Dasar Negara Indonesia Merdeka", yang juga terdiri atas lima sila. Kelima butir tersebut adalah Persatuan, Kekeluargaan, Mufakat dan Demokrasi, Musyawarah, serta Keadilan Sosial.


Lahirnya Pancasila

Momen bersejarah lahirnya Pancasila terjadi pada tanggal 1 Juni 1945. Pada saat itu, Ir. Soekarno mengusulkan lima sila, yang terdiri dari Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Awalnya, kelima asas usulan Ir. Soekarno ini akan diberi nama Panca Dharma. Namun setelah mendapatkan petunjuk dari ahli bahasa, akhirnya Ir. Soekarno memberikan nama Pancasila.

Panca artinya lima, sedangkan Sila artinya adalah asas atau dasar.


Pembentukan Panitia Sembilan

Untuk merumuskan dasar negara Indonesia, BPUPKI kemudian membentuk Panitia Sembilan yang diketuai oleh Ir. Soekarno. Panitia Sembilan akhirnya berhasil merumuskan Piagam Jakarta atau Jakarta Charter pada 22 Juni 1945.

Piagam Jakarta memuat rancangan dasar negara Indonesia, yang menjadi cikal bakal Pancasila yang dipakai sebagai ideologi bangsa Indonesia hingga saat ini.

  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Persatuan Indonesia.
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan.
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Pada tanggal 18 Agustus 1945, Moh. Hatta akhirnya memberikan rumusan akhir pada pembukaan UUD Negara. Salah satunya adalah perubahan pada sila pertama menjadi "Negara berdasarkan ke-Tuhanan Yang Maha Esa".

Pancasila yang lahir sebagai dasar negara, ideologi, serta pandangan hidup bangsa merupakan sebuah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa untuk segenap rakyat Indonesia.

Hari Lahir Pancasila 1 Juni ini juga menjadi waktu yang tepat untuk menghormati, mengenang, dan menjaga Pancasila agar tetap dalam fitrahnya.

Demikianlah latar belakang Hari Lahir Pancasila 1 Juni.

(ahd/fef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |