Luhut Respons Kritik Pembentukan Family Office Pakai APBN

6 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan merespons kritik yang menyebut rencana pembentukan family office di Indonesia akan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Ia menegaskan pembentukan family office tak bakal pakai APBN. Kehadiran family office justru ditujukan untuk meningkatkan kepercayaan investor global terhadap Indonesia.

"Siapa yang mau bakar APBN? Seperti ini yang enggak ngerti masalah terus bicara. 'Jadi Si Luhut mau gini-gini'. Saya bilang kan saya belajar. Biar saya dari tentara, nggak bego-bego amat," kata Luhut dalam Seminar Supremasi Hukum dan Pertumbuhan Ekonomi di Kantor DEN, Jakarta Pusat, Kamis (25/6), melansir detikfinance.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi, saya belajar, oh salah satu menurut saya yang bisa mengangkat kredibilitas negeri ini adalah dari family office," tuturnya.

Luhut mengatakan gagasan membangun family office, yang sebelumnya diusulkan berlokasi di Bali, lahir setelah mempelajari praktik serupa di berbagai negara.

Menurutnya, konsep tersebut tidak berkaitan dengan penggunaan APBN, melainkan menjadi salah satu instrumen untuk menarik dana dan meningkatkan kepercayaan investor internasional.

Ia menjelaskan salah satu tantangan yang masih dihadapi Indonesia adalah membangun kepercayaan dunia usaha terhadap sistem hukum di dalam negeri.

Karena itu, Luhut mengusulkan agar pengelolaan family office mengadopsi sistem common law serta melibatkan hakim internasional untuk menangani arbitrase.

"Jadi, saya usul kepada presiden waktu itu, supaya kita pakai common law, dan kemudian judge-nya sampai untuk arbitrase dari luar, kita ambil mungkin untuk bangun trust, confidence. Karena itu yang kita sekarang susah, sehingga membuat rating kita juga sangat terganggu di sana-sini," ujarnya.

Menurut Luhut, sejumlah investor global juga telah menyampaikan ketertarikannya terhadap rencana tersebut. Sekitar 1-2 tahu lalu, ia pernah berdiskusi dengan beberapa pengusaha internasional yang menginginkan keberadaan family office di Bali.

"Karena ini di Bali mereka yang minta. Sebenarnya saya makan kira-kira satu setengah tahun, hampir dua tahun lalu dengan beberapa orang kaya di sana, mereka bilang kami senang kalau ada family office di Bali," katanya.

Luhut menilai keberadaan family office juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi Indonesia. Menurutnya, apabila dana investor global ditempatkan di dalam negeri, hal itu berpotensi memperkuat nilai tukar rupiah sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi.

"Nanti kalau saya enggak keliru Danantara tanggal 18 nanti ada gathering di Bali, dan saya minta kita semua mendukung ini. Karena orang tanya, apa untung kita? Untung kita kalau duitnya masuk di Indonesia ya paling tidak memperkuat rupiah kita, itu salah satu," ujarnya.

Ia menambahkan pemerintah telah menyiapkan berbagai kajian terkait pengembangan family office dengan mempelajari model yang diterapkan di sejumlah negara dan wilayah, seperti Dubai, Abu Dhabi, Gujarat, Singapura, hingga Hong Kong.

[Gambas:Video CNN]

(del/pta)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |