CNN Indonesia
Senin, 09 Feb 2026 10:30 WIB
Ilustrasi turis di tempat membeli oleh-oleh. (Istockphoto/Marcus Lindstrom)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ketika liburan, sebagai wisatawan kita sering khawatir digetok harga yang mahal oleh pedagang lokal. Jangankan berlibur ke luar negeri, ketika berkunjung di luar kota pun masih sering ditemukan pedagang yang menaikkan harga Kepada wisatawan secara gila-gilaan.
Sebenarnya, kegiatan tawar-menawar adalah hal biasa dan akan selalu terjadi ketika liburan, baik itu saat di luar maupun dalam negeri, khususnya mungkin saat membeli oleh-oleh.
Kegiatan tawar menawar antara turis dengan pedagang ini biasa terjadi di mana saja, baik itu pasar tradisional, toko-toko, sampai di penyedia transportasi lokal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Negosiasi adalah strategi agar kita bisa mendapatkan harga terbaik ketika ingin membeli sesuatu atau menggunakan jasa. Namun sayangnya, terkadang keterbatasan komunikasi dan rasa enggak enakan bikin wisatawan sulit untuk bernegosiasi harga kala liburan ke sebuah destinasi.
Namun, kekhawatiran kamu bisa berkurang jika mencoba mempelajari beberapa jurus jitu yang bikin kamu lebih lancar tawar-menawar dengan pedagang ketika liburan. Berdasarkan Life is Travel, berikut ini 10 tipsnya.
1. Hello Effect
Pertama-tama, kamu perlu tahu apa itu Hello Effect. Ini merupakan kesan pertama yang terlintas di benak seseorang ketika bertemu dengan orang lain. Mereka bisa menyimpulkan kesan yang positif atau negatif, dan kesan pertama ini akan mempengaruhi sikap mereka ke depannya.
Jadi, kamu harus pastikan ketika bertemu dengan pedagang lokal, kamu menunjukkan kesan yang baik. Jangan lupa tersenyum dan berprilaku sopan untuk menunjukkan kamu menghargai mereka.
Setelah suasana lebih cair, dijamin proses tawar-menawar akan lebih ringan dan enggak alot. Penjual juga bisa lebih senang hati menurunkan harga.
2. Jangan Sebut Harga Duluan
Ketika berbelanja dan kamu enggak yakin berapa harganya, lebih baik kamu diam dulu sampai penjual menyebutkan harga yang mereka tawarkan. Jangan asal menebak atau mengucapkan harga terlebih dulu.
Bisa jadi, harga yang sebenarnya mereka tawarkan itu lebih murah dari dugaanmu. Kalau kamu terlanjur menyebut harga tinggi, maka tak banyak yang bisa kamu tawar. Sementara ketika penjual sudah menyebut harga di awal, kamu tinggal menawarnya dengan cerdik.
3. Riset Harga
Ini masih berhubungan sama tips sebelumnya, alih-alih menebak asal, lebih baik kamu melakukan riset terlebih dahulu. Kamu bisa mencari di internet berapa harga umum benda yang ingin kamu beli.
Cara lainnya adalah kamu juga bisa bertanya ke beberapa pedagang yang menjual barang serupa, ibaratnya survey kecil-kecilan. Jangan lupa untuk mengamati, berapa harga tawar yang biasanya diberikan oleh pedagang kepada wisatawan. Dengan begitu, patokan harga bisa diketahui lebih jelas.
4. Akrab Menggunakan Bahasa Lokal
Ketika berkunjung ke luar negeri, bahasa adalah kendala yang sulit dihindari. Meskipun demikian, jangan ragu untuk belajar beberapa kosa-kata lokal yang sering digunakan untuk bernegosiasi. Pedagang lokal biasanya lebih menghargai pembeli yang berbicara dengan bahasa lokal.
Tak perlu lancar dari awal sampai akhir, tetapi cukup mengatakannya di awal saja untuk menegaskan bahwa kamu bisa berbicara bahasa lokal. Termasuk "berapa harganya?", "masih terlalu mahal", "harganya kurangi lagi", dan "terima kasih".

















































