Mengenal Curling Parenting, Benarkah Ini Pola Asuh Terbaik?

6 hours ago 9

CNN Indonesia

Jumat, 26 Jun 2026 11:15 WIB

Apa itu curling parenting? Pola asuh ini cenderung memosisikan anak sebagai pihak yang harus selalu dilindungi. Ilustrasi. Apa itu curling parenting? Pola asuh ini cenderung memosisikan anak sebagai pihak yang harus selalu dilindungi, tetapi benarkah baik untuk tumbuh kembang anak? (iStockphoto)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Sekarang ada banyak pola asuh anak yang bisa diaplikasikan oleh orang tua, salah satunya curling parenting. Namun banyak pula yang bertanya-tanya, apa itu curling parenting?

Orang tua tentu ingin anaknya tumbuh bahagia dan terhindar dari kesulitan. Namun, terkadang keinginan melindungi anak bisa membuat orang tua terlalu banyak campur tangan. Salah satu pola asuh yang menggambarkan kondisi ini, yakni curling parenting.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Istilah ini berasal dari olahraga curling. Dalam olahraga tersebut, pemain menyapu permukaan es di depan batu yang meluncur agar jalurnya tetap mulus dan bebas hambatan.

Dalam dunia parenting, orang tua melakukan hal serupa dengan berusaha menghilangkan semua kesulitan yang mungkin dihadapi anak.

Apa itu curling parenting?

Mengutip laman Common Chord, psikolog klinis Laura Anderson mengungkap curling parenting merupakan pola asuh ketika orang tua berusaha membersihkan atau menghilangkan berbagai rintangan dari jalan hidup anak. Tujuannya baik, yaitu agar anak tidak mengalami kegagalan, kesulitan, atau kekecewaan.

Orang tua dengan gaya ini biasanya tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga ikut menentukan jalan yang harus ditempuh anak. Mereka sering turun tangan sebelum anak sempat menghadapi masalah atau mencari solusi sendiri.

Sekilas, pendekatan ini terlihat penuh perhatian. Namun, jika dilakukan terus-menerus, anak bisa menjadi terlalu bergantung pada orang tua dalam mengambil keputusan maupun menghadapi tantangan.

Ciri-ciri curling parenting

Ada beberapa tanda yang sering terlihat pada pola asuh ini. Anda perlu tahu agar bisa mengidentifikasi diri sendiri, apakah Anda termasuk yang menerapkan pola asuh ini atau tidak.

1. Terlalu cepat membantu anak

Orang tua langsung turun tangan saat anak menghadapi kesulitan, bahkan sebelum anak mencoba menyelesaikannya sendiri.

2. Berusaha menghindarkan anak dari kegagalan

Anak jarang merasakan konsekuensi dari kesalahannya karena orang tua selalu berusaha melindungi atau menyelesaikan masalah untuk mereka.

3. Mengatur banyak aspek kehidupan anak

Mulai dari memilih aktivitas, menentukan hobi, hingga mengambil keputusan penting yang sebenarnya bisa dipelajari anak secara bertahap.

4. Sulit membiarkan anak mengambil risiko

Orang tua cenderung khawatir jika anak mencoba hal baru yang berpotensi menimbulkan kegagalan atau ketidaknyamanan.

Manfaat dan kekurangan curling parenting

Meski sering dikritik, pola asuh ini memiliki beberapa sisi positif, antara lain:

  • Anak merasa aman dan didukung. Kehadiran orang tua yang aktif membuat anak merasa memiliki tempat untuk bergantung saat menghadapi masalah.
  • Risiko kesalahan besar bisa berkurang. Orang tua dapat membantu anak menghindari keputusan yang benar-benar berbahaya atau merugikan.
  • Anak mendapatkan perhatian yang cukup. Orang tua biasanya sangat terlibat dalam pendidikan dan aktivitas anak.

Akan tetapi, di balik niat baiknya, pola asuh ini juga memiliki sejumlah kelemahan, seperti:

  • Anak kurang mandiri. Karena terbiasa dibantu, anak mungkin kesulitan mengambil keputusan sendiri ketika dewasa.
  • Kepercayaan diri menurun. Anak tidak memiliki cukup pengalaman untuk membuktikan dirinya mampu mengatasi masalah.
  • Sulit menghadapi kegagalan. Saat akhirnya menemui hambatan nyata, anak bisa merasa kewalahan karena tidak terbiasa menghadapi tantangan.
  • Terlalu bergantung pada orang tua. Anak mungkin selalu mencari arahan atau bantuan ketika menghadapi situasi yang sebenarnya bisa diselesaikan sendiri.

Meski orang tua tetap perlu memberikan arahan dan menjaga keselamatan anak, penting untuk memberi ruang agar anak belajar membuat keputusan, mencoba hal baru, dan menghadapi konsekuensi yang sesuai dengan usianya.

Dengan begitu, anak tidak hanya merasa aman, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan siap menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan.

Itu dia penjelasan mengenai apa itu curling parenting disertai dengan ciri-cirinya, manfaat, hingga kekurangannya. Jadi, apakah Anda termasuk yang menerapkan pola parenting ini atau tidak?

(sac/rti)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |