Jakarta, CNN Indonesia --
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) hingga Brasil mendesak Israel membebaskan dua aktivis kapal kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang ditahan Tel Aviv ketika hendak berlayar mengirim bantuan ke Jalur Gaza Palestina.
Seruan PBB itu disampaikan setelah pengadilan Israel memutuskan memperpanjang masa penahanan Thiago de Avila asal Brazil dan aktivis Spanyol keturunan Palestina, Saif Abukeshek.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka harus dibebaskan," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric dalam konferensi pers, Selasa (5/5), ketika ditanya tentang penahanan para aktivis tersebut.
Namun, ia tidak memberikan komentar lebih lanjut tentang penahanan keduanya.
Sementara itu, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva turut menyerukan pembebasan dua aktivis yang salah satunya merupakan warganya itu.
"Terus menahan warga negara Brasil, Thiago Avila, anggota armada Global Sumud, adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan oleh pemerintah Israel," tulis Lula di platform media sosial X pada Selasa (5/5).
Ia mengatakan situasi tersebut "menimbulkan kekhawatiran besar dan harus dikutuk oleh semua pihak" karena pencegatan para aktivis di perairan internasional telah melanggar hukum internasional.
"Oleh karena itu, pemerintah kami, bersama dengan pemerintah Spanyol, yang warganya juga ditahan, menuntut agar keduanya mendapat jaminan keamanan penuh dan segera dibebaskan," kata Lula.
Pasukan Israel menyerang armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla pada 30 April di dekat pulau Kreta, Yunani, sekitar 966 kilometer dari Gaza.
Adalah, sebuah kelompok advokasi Israel untuk warga Palestina di dalam Israel, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diperoleh Anadolu Agency bahwa para aktivis akan tetap ditahan hingga 10 Mei.
Pengacara para aktivis menekankan selama persidangan bahwa "tuduhan terhadap mereka tidak berdasar" dan terus menahan keduanya adalah tindakan yang tidak bisa dibenarkan secara hukum.
Adalah mengatakan bahwa de Avila dan Abukeshek bahkan menerima "ancaman kematian" selama mendekam di tahanan Israel. Keduanya bahkan disebut ditahan dalam isolasi total di bawah terang lampu terus menerus selama 24 jam sehari.
(rds)
Add
as a preferred source on Google


















































